Maii next geograph, JAGAD RAYA DAN TATA SURYA

June 13, 2009

JAGAD RAYA

DAN

TATA SURYA

 

 

 

Teori Terjadinya Jagad Raya

 

1. Big bang theory

Big Bang merupakan salah satu teori tentang awal pembentukan jagat raya. Teori ini menyatakan bahwa jagat raya dimulai dari satu ledakan besar dari materi yang densitasnya luar biasa besar dan merupakan ledakan Kosmik yg berasal dari Nebula ini dan meledak kesegala penjuru dengan mengeluarkan gas-gas. Gas-gas tersebut kemudian membentuk galaxy-galaxy,bintang-bintang dan planet-planet. Impilikasinya jagat raya punya awal dan akhir. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah penemuan, dan diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini.Teori ini juga menganggap bahwa alam semesta ini terjadi akibat dari ledakan segumpal zat raksasa. Dengan kata lain bahwa alam semesta ini asalnya berupa 1 benda raksasa saja ,kemudian pecah akibat tekanan tenaga dalam di tengah-tengahnya,sehingga pecah menjadi berkeping-keping.kepingan-kepingan itu menjadi benda-benda alam. Model yang ketiga adalah Model Dentuman Besar (Big Bang). Menurut model ini, pada suatu saat, semua materi di dalam alam semesta terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai volume nol karena gaya gravitasinya sangat besar. Alam semesta yang ada sekarang muncul dari ledakan massa yang mempunyai volume nol tersebut. Model Big Bang mulai dirintis sejak ditemukannya perhitungan oleh Alexandra Friedman, seorang ahli fisika Rusia, pada tahun 1922, yang menunjukkan ketidakstatisan struktur alam semesta dan impuls kecil pun mungkin cukup menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein.

 

 

 

2. Steady State theory

Teori ini mengatakan bahwa alam semesta ini sudah ada sejak dulu dalam susunan seperti sekarang ini, dan zat-zat terus-menerus terbentuk. Dengan kata lain alam semesta  tidak punya awal dan akhir. It is always the same (on average) dengan dibuktikan adanya radiasi latar belakang yaitu pada bagian alam semesta yang menjadi kemungkinan batas alam semesta terdapat batasan yang disebut latar belakang. Radiasinya dilihat pinggir alam semesta itu punya sudut kelengkungan yang kurang dari 1,5 derajat (membuktikan adanya bagian bulat) juga dari ada tiada menjadi ada (bukti bahwa alam semesta dari ada menjadi ada hanya dari ledakan) dilihat juga penyebaran galaksi dan bentuk awal galaksi yang semula kecil hanya terdiri dari unsur helium saja dan atau hidrogen saja mengembang dari himpitan antar atom pada keadaan vakum hingga menjadi ledakan pada beberapa galaksi dan galaksi muda yang berbentuk masih bulat(bentuk awal) serta peluruhan atom utama pada bintang yang berpijar masih terdapat unsur helium pada hasil peluruhan, oksigen yang ada ketika ada asteroid dan hidrogen pada tenaga peraksi energi bintang.

3. Ocilating Theory

Selama berabad-abad, para astronom berusaha menemukan jawaban tentang pembentukan alam semesta. Salah satu model alam semesta yang pernah dicetuskan para ahli adalah Model Alam Semesta Berosilasi. Menurut model ini, pengembangan alam semesta saat ini akan berbalik pada suatu waktu menjadi pengerutan. Pengerutan ini menyebabkan segala sesuatu runtuh menjadi satu titik tunggal yang selanjutnya meledak lagi dan memulai pengembangan baru. Siklus ini akan berulang dalam waktu tak terbatas. Dengan kata lain, alam semesta ada selamanya dan mengalami siklus mengembang-runtuh berulang-ulang. Namun, hasil riset selama 15-20 tahun menunjukkan alam semesta berosilasi tidak mungkin terjadi. Hukum fisika tidak dapat menerangkan mengapa alam semesta yang mengerut dan runtuh dalam satu titik tunggal harus mengembang lagi atau bahkan lebih jauh, mengapa alam semesta yang mengembang harus mengerut lagi.

Teori Terjadinya Tata Surya

1. Hipotesis Nebula

Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant(17241804) pada tahun 1775. Immanuel berpendapat bahwa “That solar system comes from one gas ball of high temperature and rotates slowly. “The slow rotation that high spesific weight. The concentration is called core, that big lies in the middle while the smaller part is found around earth core. Because of colling prosses, the core with smlall volume become planets, while core that has by volume become sun”. “Tata surya berasal dari suatu bola gas dengan suhu tinggi dan berputar lambat. Perputaran lambat dikarenakan berat jenisnya. Konsentrasi itu disebut inti. Inti yang besar itu berada ditengah saat bagian yang lebih kecil ditemukan mengitari inti bumi. Karena proses pendinginan, volume yang lebih kecil disebut planet saat inti itu menjadi matahari” dan pernyataan ini lebih dikenal dengan KANT THEORY.

Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Pierre menyatakan bahwa “Our solar system comes from gas ball (nebula) that has high temperature and rotates fast. Because of fast rotation, some of the fog or gas ball mass escape. The part that is escaped keep rotates, because the influence of cooling longer charges to be planets”. “tata surya kita berasal dari bola gas (nebula) yang bersuhu tinggi dan berotasi cepat. Karena rotasi cepat itu, beberapa massa kabut atau bola gas terlepas. Bagian yang terlepas tadi tetap berputar, karena pengaruh dari pendinginan yang lama, berubah jadi planet”

 

2. Hipotesis Planetsimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.

3. Hipotesis pasang surut

Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.

4. Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (19051973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

5. Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (19152001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. serpihan itu akan terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

 

 

 

JAGAD RAYA

  1. Pengertian Jagad Raya

Jagad raya adalah ruangan yang maha luas, yang tak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya. Jagad raya diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai serta terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang jumlahnya ribuan.

 

  1. Pengertian Galaksi

Galaksi adalah kumpulan bintang, planet, gas, debu, nebula, dan benda-benda langit lainnya yang membentuk “pulau-pulau” di dalam ruang hampa jagat raya.

 

  1. Ciri-ciri Galaksi
  2. Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan.
  3. Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti
  4. Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya jutaan tahun cahaya
  5. Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk elips, danbentuk tidak beraturan (irregular galaxis).
  6. Bentuk-bentuk Galaksi

Pada tahun 1936, dalam buku The Realm of Nebulae, Hubble membuat pengelompokan galaksi dengan sistem yang lebih dikenal sebagai diagram garpu tala (tuning fork diagram). Sistem ini adalah yang pertama dibuat dan yang paling umum dipakai hingga saat ini. Dalam penggolongan ini, secara umum terdapat empat kelas galaksi, yaitu galaksi elips, lenticular, spiral, dan irregular untuk galaksi yang memiliki bentuk tidak beraturan.

 

  1. Galaksi elips memiliki bentuk bundar/elips dan tidak terlihat memiliki piringan pada strukturnya. Menurut Hubble, galaksi elips ini dibagi dalam subkelas berdasarkan bentuknya. Penamaannya menggunakan kode En, dengan E berarti elips, sedangkan n menunjukkan perbandingan antara sumbu mayor (a) dan minor (b) galaksi dengan rumusan n = 10 [1 – (b/a)]. Artinya, galaksi elips yang terlihat bundar dinamakan E0, sedangkan galaksi elips yang sumbu mayornya sebesar dua kali sumbu minornya dinamakan E5, dan seterusnya semakin pipih hingga E7.
  2. Galaksi lenticular adalah galaksi berbentuk piringan yang merupakan peralihan antara elips dan spiral. Galaksi ini diberi kode S0. Galaksi lenticular ini memiliki bagian inti yang elips dan memperlihatkan adanya struktur piringan, namun pada bagian piringannya tidak terdapat lengan spiral.
  3. Kelas galaksi berikutnya adalah galaksi spiral, yaitu galaksi yang berbentuk piringan dan mempunyai struktur lengan spiral. Kode penamaannya adalah S. Galaksi kelas lenticular dan spiral ini terkadang memiliki struktur bar pada piringannya. Untuk itu Hubble memberikan tambahan kode B pada penamaan masing-masing kelas galaksi yang memiliki bar: SB0 untuk galaksi lenticular dan SB untuk galaksi spiral.

Galaksi spiral normal (S) dan dengan bar (SB), terbagi lagi dalam subkelas a, b, dan c, yang dibedakan menurut dua hal berikut: (1) perbandingan kecerlangan antara komponen bulge dan piringan; dan (2) seberapa dekat jarak antar lengan spiral. Galaksi kelas Sa memiliki bulge lebih besar dan lengan spiral yang lebih rapat jika dibandingkan dengan galaksi kelas Sb dan Sc. Hal yang sama juga berlaku untuk galaksi spiral dengan bar (SB).

 

 

 

 

  1. Jenis-jenis Galaksi

Bima Sakti

 

 

 

Pusat galaksi di arah rasi Sagitarius. Bintang-bintang utama dalam rasi Sagitarius ditandai dengan titik merah. Tampak bahwa terdapat penampakan seperti bayangan hitam di tengah yang dikelilingi oleh semacam “aura” cemerlang. Bayangan hitam itulah yang menjadi asal usul nama “Bima Sakti”.

Bima Sakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti “susu”) adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar 1012 massa matahari, yang memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bima sakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.

Di dalam bahasa Indonesia, istilah “Bima Sakti” berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam “aura” cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya “milky way” sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.

Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut:

 

 

Gambar sinar-x Bima Sakti yang diambil oleh Observatorium sinar-X Chandra

 

GALAKSI SOMBRERO

 

 

Galaksi Daftar galaksi
 

Galaksi Sombrero (M104)
Gambar atas jasa baik NASA

Data observasi
(Epoch J2000)
Tipe SA(s)a[1]
Asensio rekta 12h 39m 59.4s[1]
Deklinasi -11° 37′ 23″[1]
Jarak 30 juta tahun cahaya[2][3]
Pergeseran merah 1024 km/detik[1]
Magnitudo tampak (V) +8.3
Dimensi tampak (V) 8.7′ × 3.5′[1]
Konstelasi Virgo
Karakteristik fisik
Radius ~38,000 tahun cahaya
Magnitudo mutlak (V) 12
Fitur penting none
Penamaan lain
M 104, NGC 4594, PGC 042407, UGCA 293[1]

 

 

c.Galaksi Dolar Perak (Silvery Coin)

Berupa galaksi spiral pipih, kira-kira sejauh 13 juta tahun cahaya.

 

d.Galaksi Roda Biru (Blue pin Wheel)

Galaksi yang bergangsing (berputar) di daerah Trianggulum, kira-kira sejauh 2 juta tahun cahaya.

 

e.Galaksi Pusaran Air

Sebagai galaksi spiral yang terlentang dan didampingi oleh pengiring, yakni sebuah galaksi tidak teratur.

 

f.Kabut Magellan (Magellanic Clouds)

Gugus bintang ini disebut kabut Magellan, karena ditemukan oleh Magellan pada tahun 1519, berupa galaksi-galaksi yang terletak di konstelasi Dorado dan Tucan.

 

 

TATA SURYA

  1. Pengertian Tata Surya

Tata surya merupakan suatu susunan yang terdiri dari matahari sebagai pusat dan plenat planet beserta benda-benda lain yang mengelilinya

 

 

  1. Matahari

 

 

 

     Matahari adalah pusat dalam tata surya kita dalam teori haliosentris yang diakui selama ini. Matahari merupakan sebuah bintang karena dapat menghasilkan cahaya sendiri. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan bumi, tapi, matahari sebenarnya tidaklah terlalu besar dengan ‘hanya’ berjari-jari 696.000.000 m dibandingkan dengan bintang-bintang lain yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bima sakti.

        Matahari memamcarkan energi berupa gelombang elektromagnetik berupa infra merah, sinar X, sinar ulra violet dan sinar gamma. Matahari mendapat energi yang luar biasa dari reaksi fusi. Empat atom hydrogen menjadi hanya satu atom helium.

  • Lapisan Matahari

Matahari terdiri dari gas yang memiliki kepadatan berbeda yang menyebabkan matahari berlapis lapis. Dan lapisannya antara lain:

  1. lapisan radiatif (inti), memiliki suhu 15.000.000˚C. di dalamnya terjadi reaksi fusi

 

  1. lapisan fotosfer, merupakan lapisan matahari yang berwarnya putih dan bersuhu 6000˚C. Lapisan ini adalah yang biasa kita lihat yang disebut cakram serta memiliki ketebalan 320 km.

 

  1. lapisan kromosfer, lapisan ini merupakan salah satu atmosfer matahari, lapisan ini memancarkan warna merah dari hydrogen dengan suhu dibawah 5000˚C dan dengan kedalaman 12 km dari permukaan matahari
  2. lapisan korona, ini merupakan lapisan terluar matahari yang juga merupakan atmosfer matahari. Korona akan terlihat jelas pada saat gerhana matahari total.

 

  • Aktifitas matahari
  1. gumpalan fotosfer (granulasi fotosfer)

Merupakan semburan api yang menggumpal, jika semburan itunbesar hingga terlihat sampai bumi, dapat mengakibatkan gangguan cuaca. Gumpalan ini berasal dari ini, karma sangat panas, gumpalan ini bergerak hingga ke fotosfer

 

  1. noda matahari (sun spot)

Noda matahari terjadi di fotosfer yang diakibatkan oleh asupan panas dari ini yang lambat, dan ini juga berpengarug pada bumi, yaitu menyebabkan musim dingin yang panjang. Noda ini bertahan lama dan dapat hilang karena daur tertentu yang disebut dau matahari yang lamanya rata-rata 11 tahun.

 

  1. flare (kantar)

Merupakan letupan cahaya terang berupa penyemburan partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan matahari. Kantar dapan menyebabkan gangguan televise dan radio, dan kantar juga disebut angin matahari. Saat partikel-partikel itu disemburkan, banyak yang tidak sampai ke bumi malah terperngkap oleh medan magnet bumi bagian sabuk Van Allen, yakni sabuk radiasi yang mengelilingi bumi.

Partikel yang lolos akan menghasilkan aurora berupa pita merah, bitu, hijau di kutub utara dan selatan. Hal ini disebabkan karena partikel matahari bertabrakan dengan hydrogen dan nitrogen yang ada di lapisan bumi.

 

  1. lidah api

Lidah api di fotosfer terkadang mengembang hingga ribuan kilometer. Kegiatan yang terjadi di kromosfer ini dikenal sebagai protoberans, yang merupakan ledakan kecil yang mendadak terjadi dan lenyap, tergantung dari medan magnet matahari. Kromosfer juga memperlihatkan hal yang sama dengan skala lebih kecil disebut spikula, dan gerakan spikula tersebut tampak sebagai sel-sel kasar disebut supergranulasi.

Aktivitas terbesar matahari yaitu prominensa, yang berarti kemilau aliran hidrodgen yang terpancar dari korona hingga tibuan kilometer.

 

         

 

  1. Planet
  • Menurut IAU (Persatuan Astronomi Internasional), terdapat delapan planet dalam sistem Tata Surya:
  1. Merkurius
  2. Venus
  3. Bumi
  4. Mars
  5. Yupiter
  6. Saturnus
  7. Uranus
  8. Neptunus
  • Sesuatu dapat dikatakan sebagai planet bila:
  1. mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang
  2. mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar   dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat)
  3. tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya.
  4. telah “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya.
     
  • Penjelasan planet penghuni tata surya antara lain :

Merkurius

1. memiliki jari-jari 2430 km

2. kala rotasi 56 hari.

3. kala revolusi 88 hari

4. Planet ini tak bersatelit.

5. planet ini bermassa 0.055* AU

Planet ini merupakan planet terdekat dengan matahari dengan jarak hanya sekitar 57,9 x 10 km.

Venus

1. memiliki jari-jari 6052 km

2. kala rotasi 243 hari.

3. kala revolusi 224.7 hari

4. Planet ini tak bersatelit.

5. planet ini bermassa 0.815* AU (ing: astronomical unit).

Planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Planet ini sangat tidak bersahabat dengan manusia, karena suhu disana yang sangat tinggi, tatapi, mungkin bakteri sejenis termobakteria masih dapat melangsungkan kehidupan

 

Bumi

1. memiliki jari-jari 6.378 km

2. kala rotasi 24 jam

3. kala revolusi 366 hari

4. Planet ini memiliki bulan sebagai satelit

5. planet ini bermassa 1 AU

Planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU. Planet ini adalah tempat tinggal kita sekarang, memiliki 78 % nitrogen dan 24% oksigen dalam atmosfernya. Planet ini adalah satu-satunya planet berpenghuni.

Mars

1. memiliki jari-jari 3.397 km

2. kala rotasi 24.5 jam

3. kala revolusi 687 hari

4. Planet ini memiliki dua satelit yaitu phobos dan deimos

5. planet ini bermassa 0.108* AU

Planet ini terdekat keempat ke Matahari. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernafasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

Jupiter

1. memiliki jari-jari 71.492 km

2. kala rotasi 10 jam

3. kala revolusi 12 tahun

4. Planet ini memiliki 63 satelit, Io, Europa, Ganymede, Callisto, dll.

5. planet ini bermassa 317.9* AU

Planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat 318 kali massa bumi. Di permukaan planet ini terdapat bintik merah raksasa. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH4), dan amonia (NH3).

Saturnus

1. memiliki jari-jari 60.268 km

2. kala rotasi 10 jam

3. kala revolusi 30 tahun

4. planet ini memiliki 56 satelit seperti Mimas, EnceladusTethys, Dione, Rhea, Titan dan Iapetus.

5. planet ini bermassa 95.2* AU

Planet keenam dalam tata surya kita, terkenal sebagai planet bercincin. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus, dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Atmosfer Saturnus tersusun atas gas amoniak dan metana. Hal ini tentu tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus. Cincin Saturnus ada beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit.

Uranus

1. memiliki jari-jari 25.552 km

2. kala rotasi 17,25 jam

3. kala revolusi 84.01 tahun

4. Planet ini memiliki 18 satelit alami, diantaranya Ariel, Umbriel, Miranda, Titania, dan Oberon.

5. planet ini bermassa 14.6* AU

adalah planet terjauh ke-7 dari Matahari setelah Saturnus, ditemukan pada 1781 oleh William Hechell (1738-1782). Uranus memiliki jarak dengan Matahari sebesar 2875 juta km. Uranus memiliki diameter mencapai 51.118 km dan memiliki massa 14,54 massa Bumi.

Neptunus

1. memiliki jari-jari 25.269 km

2. kala rotasi 16 jam

3. kala revolusi 164.8 tahun

4. Planet ini memiliki 8 buah satelit, diantaranya Triton, Proteus, Nereid, dan Larissa.

5. planet ini bermassa 17.2* AU

Planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari. Neptunus memiliki jarak rata-rata dengan Matahari sebesar 4.450 juta km. Neptunus memiliki diameter mencapai 49.530 km dan memiliki massa 17,2 massa Bumi.. Bentuk planet ini mirip dengan Bulan dengan permukaan terdapat lapisan tipis silikat.

  • Planet katai atau planet kerdil

(bahasa Inggris: dwarf planet) adalah sebutan bagi benda-benda langit dalam Tata Surya yang sesuai dengan ciri-ciri berikut:

  1. mengorbit mengelilingi matahari
  2. mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat)
  3. belum “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya
  4. bukan merupakan satelit sebuah planet atau benda angkasa nonbintang lainnya

Kategori “planet katai” ini diciptakan pada pertemuan Persatuan Astronomi Internasional pada 24 Agustus 2006. Berdasarkan definisi ini, Pluto harus berubah statusnya dari planet menjadi planet katai karena Pluto belum mengosongkan daerah di sekitar orbitnya (Sabuk Kuiper).

·    Daftar planet katai di Tata Surya

Berikut adalah daftar benda angkasa yang telah diberikan status “planet katai” oleh IAU:

Nama

Kategori

Diameter

Massa

Pluto

Plutino 2306±20 km ~1,305 × 1022 kg

Eris

Piringan tersebar 2400 km ± 100 km tidak diketahui

Ceres

Asteroid 975×909 km 9,5 × 1020 kg

 

  1. Satelit

Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan.

 

  • Jenis satelit

 

Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.

 

Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.

 

Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.

 

Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.

 

Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.

 

Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.

 

Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.

 

Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.

 

Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).

 

  • Jenis orbit

 

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.

Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500km di atas permukaan bumi.

Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.

Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.

Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.

Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

 

Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit:

Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.

Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.

Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub

 

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.

 

Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.

Mean diameter
(km)

Satellites of planets

Dwarf planet satellites

Satellites of
SSSBs

Non-satellites
for comparison

Earth

Mars

Jupiter

Saturn

Uranus

Neptune 

Pluto

Haumea

Eris

6000-8000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mars

4000-6000

 

 

Ganymede
Callisto

Titan

 

 

 

 

 

 

Mercury

3000-4000

The Moon

 

Io
Europa

 

 

 

 

 

 

 

 

2000-3000

 

 

 

 

 

Triton

 

 

 

 

Eris
Pluto

1500-2000

 

 

 

Rhea

Titania
Oberon

 

 

 

 

 

Makemake
Haumea

1000-1500

 

 

 

Iapetus
Dione
Tethys

Umbriel
Ariel

 

Charon

 

 

 

90377 Sedna
90482 Orcus
50000 Quaoar

500-1000

 

 

 

Enceladus

 

 

 

 

 

 

Ceres
20000 Varuna
28978 Ixion
2 Pallas4 Vesta
many more TNOs

250-500

 

 

 

Mimas
Hyperion

Miranda

Proteus
Nereid

 

Hiʻiaka

 

S/2005 (79360) 1
90482 Orcus I

10 Hygiea
511 Davida
704 Interamnia
87 Sylvia
and many others

100-250

 

 

Amalthea
Himalia
Thebe

Phoebe
Janus
Epimetheus

Sycorax
Puck
Portia

Larissa
Galatea
Despina

 

Namaka

Dysnomia

65489 Ceto I Phorcys
617 Patroclus I Menoetius
24 more moons of TNO

3 Juno
1992 QB1
5 Astraea
42355 Typhon
and many others

50-100

 

 

Elara
Pasiphaë

Prometheus
Pandora

Caliban
Juliet
Belinda
Cressida
Rosalind
Desdemona
Bianca

Thalassa
Halimede
Neso
Naiad

Hydra[6]
Nix[6]

 

 

50000 Quaoar I
90 Antiope I
42355 Typhon I Echidna
58534 Logos I Zoe
5 more moons of TNOs

90 Antiope I
58534 Logos
and many others

25-50

 

 

Carme
Metis
Sinope
Lysithea
Ananke

Siarnaq
Helene
Albiorix
Atlas
Pan

Ophelia
Cordelia
Setebos
Prospero
Perdita
Stephano

Sao
Laomedeia
Psamathe

 

 

 

22 Kalliope I Linus

many

10-25

 

Phobos
Deimos

Leda
Adrastea

Telesto
Paaliaq
Calypso
Ymir
Kiviuq
Tarvos
Ijiraq
Erriapus

Mab
Cupid
Francisco
Ferdinand
Margaret
Trinculo

 

 

 

 

762 Pulcova I
87 Sylvia I Romulus
624 Hektor I
(45) Eugenia I Petit-Prince
121 Hermione I
283 Emma I
1313 Berna I
107 Camilla I

433 Eros
1313 Berna
and many others

less than 10

 

 

at least 47

at least 21

 

 

 

 

 

87 Sylvia I Remus

many

 

  1. Asteroid

Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya kita. Asteroid adalah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil dari sebua planet. Asteroid termasuk benda minor di sistem tata surya, bersama dengan komet dan meteoroid.

Asteroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 1 Ceres, dengan diameter 975km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu Pallas dengan diameter 560 km dan Vesta memiliki diameter 391 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadnag terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis. Kala revolusi asteroid rata-rata 3-4 bulan dan sebagian asteroid berkumpul diantara orbit mars dan Jupiter yang disebut sabuk asteroid.

Terdapat asteroid yang memotong orbit bumi disebut asteroid Apollo. Dan terdapat pula steroid yang mengikuti Jupiter dan objeknya disebut Trojan.

Gambar disamping adalah ceres yang berada di sabuk asteroid dengan warna abu-abu dengan bercak-bercak oranye.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disamping adalah gambar sabuk asteroid

 

 

 

 

 

 

  1. Komet

Komet (bintang berekor)adalah benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet.

Ciri fisik

Ketika komet menghampiri bagian-dalam Tata Surya, radiasi dari matahari menyebabkan lapisan es terluarnya menguap. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet, disebut coma. Akibat tekanan radiasi matahari dan angin matahari pada coma ini, terbentuklah ekor raksasa yang menjauhi matahari.

Coma dan ekor komet membalikkan cahaya matahari dan bisa dilihat dari bumi jika komet itu cukup dekat. Ekor komet berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semakin dekat komet tersebut dengan matahari, semakin panjanglah ekornya. Ada juga komet yang tidak berekor.

Ciri orbit

 

Komet mempunyai orbit berbentuk elips. Perhatikan ia mempunyai dua ekor

Komet bergerak mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. Komet dibedakankan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek adalah kurang dari 200 tahun dan rentangan waktu yang panjang adalah lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet adalah elips.

        Beberapa contoh komet

                          

 

 

 

 

 

Gambar diatas adalah komet Halley yang Komet Halley, secara resmi diberi nama 1P/Halley, nama umumnya diberikan menurut nama Edmund Halley, adalah suatu komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Komet ini merupakan komet paling terkenal di antara komet-komet periodik lainnya. Walaupun pada setiap abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan dahsyat, Halley adalah satu-satunya komet dengan periode pendek yang tampak dengan mata telanjang, dan karenanya merupakan komet yang tampak dengan mata telanjang yang pasti kembali dalam rentang umur manusia. Kemunculannya sepanjang sejarah memiliki pengaruh yang besar terhadap sejarah manusia, walaupun penampakannya tidak dikenali sebagai obyek yang sama sampai abad ke-17. Komet Halley terakhir muncul di tata surya pada tahun 1986, dan akan muncul kembali pada pertengahan 2061. 

 

                                               

 

 

 

Gambar diatas merupakan gambar Komet Hyakutake (kode resmi: C/1996 B2) adalah sebuah komet yang ditemukan pada 30 Januari 1996 oleh seorang pengamat astronomi amatir asal Jepang, Yuji Hyakutake. Komet ini melintasi Bumi dalam jarak yang sangat dekat pada Maret tahun tersebut (paling dekat pada 25 Maret), salah satu lintasan komet yang terdekat dalam 200 tahun, sehingga tampak terang dan dapat dilihat oleh banyak orang di sepanjang dunia.

Hasil penelitian ilmiah terhadap komet ini menunjukkan adanya emisi sinar-X dari komet tersebut; pertama kalinya sebuah komet diketahui melakukan hal tersebut. Selain itu, Hyakutake adalah komet dengan ekor terpanjang yang diketahui hingga kini.

Hyakutake adalah sebuah komet periode panjang. Sebelum perjalanannya melewati tata surya, periode orbitnya mencapai sekitar 15.000 tahun, namun pengaruh gravitasi dari planet-planet raksasa (atau “raksasa gas,” yang terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) telah meningkatkannya hingga 72.000 tahun.

 

 

  1. Meteor

Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Meteor merupakan pacahan dari komet. Jika komet hancur, maka berjuta-juta meteor akan terbentuk. Bintang jatuh disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.

Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.

Beda lagi dengan meteorit. Meteorit adalah meteor yang tak habis di atmosfer yang jatuh ke bumi. Meteorit dibagi dua berdasarkan bahan pembentuknya, 1. meteorit logam, adalah meteorit yang terbuat dari nikel

2. meteorit aerolit, adalah meteorit yang terbuat dari    mineral menyerupai batuan beku

 

Disamping merupakan contoh meteorit

                                  

 

 

Disamping merupakan bekas jatuhnya meteorit yang ditemukan di arizona dengan diameter sekitar I km.

 

 

 

 

 

 

  1. Penggolongan Planet
  • Planet planet dikelompokkan menjadi sebagai berikut:

1)Berdasarkan kedudukannya terhadap bumi, blanet planet dikelompokkan menjadi planet inferior (planet yang terletak diantara matahari dan orbit bumi) dan planet superior (planet yang terletak di luar orbit bumi). Planet inferior terdiri atas Merkurius dan Venus. Sedangkan planet superior terdiri atas Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.

 

2)Berdasarkan kedudukannya terhadap asteroid, planet-planet dikelompokkan menjadi planet dalam (inner planet) yang terletak antara matahri dan asteroid, yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Dan planet luar (outer planet) yang terletak di luar asteroid, yaitu Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.

 

3)Berdasarkan sifat dan ukurannya, planet-planet dikelompokkan menjadi planet kebumian (terrestrial) dan planet jovian(planet raksasa).

 

  • Planet Kebumian terdiri atas Merkurius, Venus dan Bumi. Planet kebumian mempunyai ciri-ciri:
    a)Massanya kecil, tetapi kerapatan massanya besar (3.800 kg/m3 – 5.500 kg/m3).

b)Permukaan planet terdiri atas batuan keras dan terdapat kaah, lembah dan gunung api.
c)Jumlah atom hydrogen dan helium sedikit. Kecilnya massa planet kebumian menyebabkan gaya tarik gravitasi lemah.

 

Selain itu, letaknya yang relatif dekat dengan matahari menyebabkan jumlah atom hydrogen dan helium bergerak dengan kecepatan tinggi. Kombinasi antara gaya gravitasi yang lemah dan kecepatan gerak atom yang tinggi menyebabkan unsure-unsur atom ringan termasuk hirogen dan helium lepas diatas planet kebumian.

  • Planet jovian terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Planet Jovian mempunyai ciri :

a)Massanya besar, tetapi kerapatan massanya kecil (700 kg/m3 – 2.200 kg/m3).
b)Diselimuti oleh atmosfer yang tebal. Hydrogen dan helium merupakan unsur terbanyak. Ukuran planet yang besar menyebabkan gaya tarik gravitasinya besar sera jarak yang jauh dari matahari menyebabkan gerak atom unsur hidroen dan helium lambat. Kombinasi anara gravitasi yang kuat dan gerak atom yang lambat menyebabkan unsur-unsur atom tersebut tidak lepas dari planet jovian.

 

  1. Pengaruh revolusi dan Rotasi

 

  • Pengaruh Rotasi
  1. gerakan matahari hari timur ke barat yang disebut gerak semu harian. Disebut gerak semu karena meteheri sebenarnya tidak bergerak terhadap bumi, dan rotasi bumi-lah yang menyebabkan matahari terlihat bergerak
  2. perbedaan waktu, siang malam
  3. pemepatan bumi di bagian kutub-kutubnya
  4. mengakibatkan angina pasat dan angina barat. Ini disebabkan dari angina kutub yang arahnya berubah

 

 

 

  • Pengeruh revolusi
  1. pergantian musim

 

  1. perubahan lamanya siang malam
  2. Keduanya dipicu oleh sumbu bumi yang memiliki kemiringan 23,5˚ dari tegak lurus pada eliptika
  3. rasi bintang

 

 

 

  1. Gerhana Bulan Dan Gerhana Matahari

Gerhana

 

 

Bayangan Bulan pada Bumi ketika gerhana matahari.

Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Istilah ini umumnya digunakan untuk gerhana matahari ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, atau gerhana bulan saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Namun, gerhana juga terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya pada planet lain dan satelit yang dimiliki planet lain.

 

 

 

 

Gerhana matahari

 

 

Gerhana matahari pada tanggal 29 Maret 2006.

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

Mengamati gerhana matahari

 

Gerhana matahari tahun 1999 di Perancis

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.

Tanpa disadari sebenarnya kita selalu berputar dimuka bumi ini sesuai dengan bumi dan tata surya. Sistem tata surya kita yang terdiri dari 9 planet, bulan, komet (asteroid) sering disebut juga tubuh atau anggota benda-benda angkasa, dimana seluruh benda angkasa tersebut bergerak secara tetap. Pusat dari benda-benda angkasa atau tata surya kita adalah Matahari. Matahari berputar pada porosnya / berotasi selama 25 hari. Bumi yang merupakan planet ketiga dari Matahari, berputar pada porosnya dalam jangka waktu 24 jam. Inilah yang menyebabkan adanya siang dan malam. Selain berputar pada porosnya bumi juga berputar mengelilingi matahari atau disebut juga evolusi. Jalur bumi untuk mengitari matahari disebut dengan “Orbit”.

 

Untuk mengelilingi matahari, bumi memerlukan waktu selama 365 ¼ hari atau kira-kira 1 tahun. Demikian juga dengan bulan. Bulan berevolusi 27 ½ hari. Tetapi karena bumi juga berputar, membuat bulan memerlukan waktu lebih untuk kembali pada posisinya semula. Bulan merupakan tetangga terdekat Bumi dalam tata surya. Permukaannya bertabur batu dan terdiri dari hamparan titik-titik kawah yang tak terhitung jumlahnya. Terkadang selama dalam jalur orbitnya, bulan dan bumi menjadi satu garis atau sejajar. Ketika hal ini terjadi maka inilah yang disebut dengan Gerhana.

 

Jenis Gerhana

Gerhana ada dua macam yaitu :

 

1. Gerhana Bulan (Lunar Eclipse)

2. Gerhana Matahari (Solar Eclipse)

 

Gerhana matahari

 

 

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

        Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin.

Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

 

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

 

 

   Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

 

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

 

 

Mengamati gerhana matahari

 

Gerhana matahari tahun 1999 di Perancis

 

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.

 

 

ADAKAH diantara kamu yang pernah mengalami peristiwa alam gerhana matahari? (rubrik tentang gerhana baca disini). Apakah saat itu kamu melihat langsung dengan mata kamu? Benarkah pada saat gerhana matahari kamu tidak diperbolehkan keluar rumah? Karena saat itu matahari sedang memancarkan radiasi yang kuat dari biasanya, benarkah? Benarkah memandang langsung matahari saat terjadi gerhana dapat menyebabkan buta?

 

Mata kamu memiliki retina tempat ”menerima” cahaya yang masuk dan diolah oleh otak sebagai ”gambar” yang kamu lihat, (selengkapnya baca disini). Matahari adalah sumber cahaya yang ”kuat” yang jika kita melihatnya, maka sinar matahari –seperti halnya cahaya lain yang masuk ke mata—akan menuju retina. Jika retina terkena cahaya kuat yang terus menerus dan juga panas, maka retina akan ”hangus” dan rusak, akibatnya adalah pengelihatan kamu terganggu bahkan bisa menjadi buta. Sayangnya mata tidak memiliki ”alarm” rasa sakit pada saat retina kamu ”terbakar”, sehingga yang bisa kamu lakukan adalah berhati-hati terhadap benda-benda yang kamu lihat.

Saat gerhana matahari, orang-orang akan ”tergoda” untuk memandang langsung matahari, sesuatu yang pada saat normal pun memang dapat ”membahayakan” mata kamu. Saat gerhana matahari terjadi, tidak sepenu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penjelasan Ruang Angkasa

 

 

 

 

  1. www.wikipedia.com
  2. mangunwiyoto,widagdo,Pokok-Pokok Fisika SLTP untuk kelas 1, Jakarta,2000.

mai next exam 4 geograph, HYDROLOGY

June 13, 2009

A. PENDAHULUAN
Bumi merupakan salah satu planet yang sebagian besar permukaannya tertutup oleh air. Hampir tiga perempat permukaan bumi tertutup oleh air. Lapisan air yang menutupi permukaan bumi kita ini disebut hidrosfer. Lapisan air yang menutupi permukaan bumi membentuk samudera, laut, rawa, danau, sungai, tumpukan es, awan, uap dan lain-lain. Air yang terdapat di permukaan bumi dapat berbentuk padat (seperti es, gletser), berbentuk air (seperti air sungai, air danau, air ( laut), dan berbentuk gas (seperti awan dan uap di udara/atmosfer). Perlu juga Anda ketahui bahwa jumlah air di bumi ini tetap, akibat adanya sinar matahari terjadi siklus (daur) air
1. SIKLUS HIDROLOGI
a) SIKLUS HIDROLOGI PENDEK
Karena terjadi pemanasan oleh sinar matahari, air di laut/lautan menguap, membubung di udara. Di udara uap air mengalami penurunan suhu karena perbedaan ketinggian (setiap naik 100 meter suhu udara turun 0,5°C). Dengan demikian semakin ke atas suhu udara semakin rendah, sehingga terjadi proses kondensasi (pengembunan).Penguapan Hujan Awan Uap air berubah men jadi butir-butir air terkumpul menjadi awan atau mendung dan akhirnya jatuh ke permukaan laut /lautan sebagai hujan.

b) SIKLUS HIDROLOGI SEDANG
Uap air yang berasal dari laut / lautan di tiup angin bergerak sampai di atas daratan bergabung dengan uap air yang berasal dari sungai, danau, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya. Setelah mencapai ketinggian tertentu uap air berkondensasi membentuk butir-butir air terkumpul menjadi awan dan jatuh di atas daratan sebagai hujan. Air hujan yang jatuh di daratan mengalir kembali ke laut melalui sungai, permukaan tanah dan melalui resapan di dalam tanah.

c) SIKLUS HIDROLOGI PANJANG
Uap air yang berasal dari lautan setelah sampai di atas daratan karena dibawa angin bergabung dengan uap air yang berasal dari danau,sungai, awa, tumbuh-tumbuhan dan benda benda lain.. Uap yang telah bergabung tersebut tidak saja berkondensasi bahkan membeku, menjadi awan yang terdiri dari kristal-kristal es. Kristal-kriatal es turun ke daratan sebagai salju, salju men cair dan mengalir sebagai gletser kemudian akhirnya kembali lagi ke laut.
Holtzman memberikan gambaran siklus air secara keseluruhan sebagai berikut: akibat pemanas an oleh sinar matahari air yang ada di laut, sungai, danau, rawa dan benda-benda lainnya meng uap membubung ke angkasa. Setelah mencapai ketinggian tertentu (karena pengaruh suhu) uap air berubah menjadi awan atau titik-titik air. Awan turun ke permukaan bumi berupa hujan. Sebagian air hujan turun di permukaan laut dan sebagian lainnya turun di atas daratan. Air hujan yang turun di darat sebagian disimpan menjadi air tanah dan sebagian lagi mengalir kembali ke laut melalui sungai.

Unsur-unsur utama dalam siklus hidrologi :
• Evaporasi ( penguapan dari badan air secara langsung )
• Transpirasi (penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan)
• Respirasi ( pengupan air dari tubuh hewan dan manusia)
• Evapotranspirasi ( perpaduan evaporasi dan transpirasi )
• Kondensasi (proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titikair sebagai hasil pendinginan)
• Presipitasi (segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air, hujan es, hujan salju)
• Infiltrasi (air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap kedalam tanah)
• Perkolasi (air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau Groundwater)
• Run off ( air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut

2. JENIS PERAIRAN DI PERMUKAAN BUMI
a) PERAIRAN DARAT
a. Sungai
b. Danau, adalah cekungan yang terbentuk diantara lapisan akifer sehingga dapat menampung air. Sumber danau berasal dari air hujan, sungai-sungai ataupun air tanah.
c. Rawa, merupakan daerah rendah yang selalu tergenang air.

b) PERAIRAN LAUT
a. Laut
b. Pantai

B. PEMBAHASAN
A. PERAIRAN DARAT
1. JENIS AIR DI PERMUKAAN BUMI
a. SUNGAI
• Klasifikasi sungai
Sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah di sekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, rawa atau ke sungai yang lain. Sungai merupakan tempat mengalirnya air tawar. Air yang mengalir lewat sungai bisa berasal dari air hujan, mata air atau gletser.
o Berdasarkan sumber airnya
1. Sungai Hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
2. Sungai Gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es.Contoh sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich) boleh dikatakan tidak ada, namun pada bagian hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di Peg.Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman (yang berhulu di Pegunungan Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini.
3. Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya).

o Berdasarkan debit airnya (volume airnya)
1. Sungai Permanen, adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.
2. Sungai Periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
3. Sungai Episodik, adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba.
4. Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.

o Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya)
1. Sungai Konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal.
2. Sungai Subsekuen atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikut strike batuan.
3. Sungai Obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen.
4. Sungai Resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arahkemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen.
5. Sungai Insekuen, adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litolo mau pun struktur geologi.

o Berdasarkan struktur geologi
1. Sungai Anteseden adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walau pun ada struktur geologi (batuan) yang melintang.Hal ini terjadi karena kekuatan arusnya, sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya.
2. Sungai Superposed, adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbingoleh lapisan batuan yang menutupinya.

o Berdasarkan pola alirannya
1. Radial sentrifugal, adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. Pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut.

2. Radial sentripetal, adalah pola aliran yang mengumpul menuju ke pusat. Pola ini terdapat di daerah basin (cekungan).

3. Dendritik, adalah pola aliran yang tidak teratur. Pola alirannya seperti pohon, di mana sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya. Jenis ini biasanya terdapat di daerah datar atau daerah dataran pantai.

4. Trellis, adalah pola aliran yang menyirip seperti daun.

5. Rektangular, adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90°.

6. Pinate, adalah pola aliran di mana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip.

7. Anular, adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran.

• Manfaat sungai
1. kepentingan sumber air minum
2. irigasi
3. perikanan darat
4. transportasi
5. bahan baku industri
6. rekreasi
7. olahraga air.

• DAS (Daerah Aliran Sungai)
Daerah Aliran Sungai sering disebut dengan Drainage Area, atau Rivers basin atau Watershed. DAS adalah daerah yang berada di sekitar sungai, apabila terjadi turun hujan di daerah tersebut, airnya mengalir ke sungai yang bersangkutan. DAS merupakan daerah di sekitar sungai tempat air hujan tertampung dan tempat di mana air hujan dialirkan ke sungai tersebut.
DAS dibedakan menjadi dua yaitu DAS gemuk dan DAS kurus
1. DAS gemuk, yaitu suatu DAS yang luas sehingga memiliki daya tampung air yang besar. Sungai dengan DAS seperti ini, airnya cenderung meluap bila di bagian hulu terjadi hujan deras.
2. DAS kurus, yaitu DAS yang relatif tidak luas sehingga daya tampung airnya kecil. Sungai dengan DAS semacam ini luapan airnya tidak begitu hebat ketika bagian hulunya terjadi hujan lebat.

• Ciri DAS yang rusak
1. Lingkungan DAS semakin bertambah gundul
2. Di sekitar DAS menjadi tempat pemukiman penduduk yang padat.

• Upaya pelestarian DAS
1. Tidak menggunduli hutan/tanaman-tanaman di areal DAS.
2. Tidak mendirikan bangunan di areal DAS sebagai tempat pemukiman atau keperluan lainnya.

b. DANAU
• Klasifikasi danau
Berdasarkan macam airnya, danau dibagi 2 macam
1) Danau air tawar, merupakan danau yang sebagian besar sumber airnya berasal dari hujan. Oleh karena itu, danau-danau air tawar kebanyakan terdapat di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan basah , contohnya Indonesia
2) Danau air asin, merupakan danau dengan kadar garam tinggi yang terdapat di daerah arid atau semi arid yang memiliki penguapan tinggi. Contohnya adalah danau laut kaspia yang memiliki kadar garam 9x kadar laut biasa.
Berdasarkan proses kejadiannya danau dibedakan menjadi 6 macam :
1) Danau Tektonik adalah danau yang terjadi akibat adanya peristiwa tektonik seperti gempa. Akibat gempa terjadi proses patahan (fault) pada permukaan tanah. Permukaan tanah yang patah mengalami pemerosotan dan membentuk cekungan. Selanjutnya bagian yang cekung karena ambles tersebut terisi air dan terbentuklah danau. Danau jenis ini contohnya danau Poso, danau Tempe, danau Tondano.
2) Danau Vulkanik atau danau Kawah, yaitu danau yang terdapat pada kawah lubang kepunden bekas letusan gunung berapi. Ketika gunung meletus batuan yang menutup kawasan kepunden rontok dan meninggalkan bekas lubang di sana. Ketika terjadi hujan lubang tersebut terisi air dan membentuk sebuah danau. Contohnya adalah danau Kelimutu di Flores, Kawah Bromo, danau gunung Lamongan di Jawa Timur.
3) Danau Tektono-Vulkanik, yaitu danau yang terjadi akibat proses gabungan antara proses vulkanik dengan proses tektonik. Ketika gunung berapi meletus, sebagian tanah / batuan yang menutupi gunung patah dan merosot membentuk cekungan. Selanjutnya cekungan tersebut terisi air dan terbentuklah danau. Contoh danau jenis ini adalah danau Toba di Sumatera Utara.
4) Danau Karst. Danau jenis ini disebut juga Doline, yaitu danau yang terdapat di daerah berbatu kapur. Danau jenis ini terjadi akibat adanya erosi atau pelarutan batu kapur. Bekas erosi mem bentuk cekungan dan cekungan terisi air sehingga terbentuklah danau.
5) Danau Glasial, danau yang terjadi karena adanya erosi gletser. Pencairan es akibat erosi mengisi cekungan-cekungan yang dilewati sehingga terbentuk danau. Contoh danau jenis ini terdapat di perbatasan antara Amerika dengan Kanada yaitu danau Superior, danau Michigan dan danau Ontario.
6) Waduk atau Bendungan, adalah danau yang sengaja dibuat oleh manusia. Pembuatan waduk biasanya berkaitan dengan kepentingan pengadaan listrik tenaga air, perikanan, pertanian dan rekreasi. Contoh danau jenis ini misalnya Saguling, Citarum dan Jatiluhur di Jawa Barat.

• Manfaat danau
1) Sebagai sumber air untuk kehidupan masyarakat
2) Sebagai tempat rekreasi
3) Sebagai penampung air kala musim hujan
4) Sebagai tempat mencarai nafkah seperti membuat keramba-keramba ikan

c. RAWA
Air yang menggenangi rawa bisa berupa air hujan, air sungai maupun dari sumber mata air tanah. Daerah rawa banyak kita temukan di pantai timur pulau Sumatera dan pantai selatan pulau Kalimantan. Jenis-jenis rawa dapat digambarkan seperti bagan dibawah ini:

• Macam rawa
Berdasarkan sifat airnya, rawa dibedakan menjadi dua, yaitu rawa pasang surut dan rawa lebak.
a) Rawa pasang surut adalah rawa yang pengisian airnya dipengaruhi oleh adanya pasang surut laut atau sungai.
b) Rawa lebak adalah rawa yang pengisian airnya dipengaruhi oleh adanya hujan, baik yang turun di sekitar rawa maupun di daerah hulu.
Berdasarkan pergantian airnya, ada dua jenis rawa, yaitu :
a) Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian
b) Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian
Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
• Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang bagus untuk mengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum, kadar keasaman air mencapai 4,5.
• Karena airnya asam, maka tidak banyak organisme yang hidup.
• Pada bagian dasar rawa umumnya tertutup gambut yang tebal.
Rawa yang airnya mengalami pergantian memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
• Airnya tidak terlalu asam.
• Banyak organisme yang hidup.
• Dapat diolah menjadi lahan pertanian.

4. AIR BAWAH TANAH
Air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat didalam ruang dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akifer. Lapisan yang mudah dilalui oleh air tanah disebut lapisan permeable, seperti lapisan yang terdapat pada pasir atau kerikil, sedangkan lapisan yang sulit dilalui air tanah disebut lapisan impermeable, seperti lapisan lempung atau geluh. Lapisan yang dapat menangkap dan meloloskan air disebut akuifer.
Menurut Krussman dan Ridder (1970) dalam Utaya (1990:41-42) bahwa macam-macam akifer sebagai berikut:
a. Akifer Bebas (Unconfined Aquifer), yaitu lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada akuifer ini disebut dengan water table (preatiklevel), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.
b. Akifer Tertekan (Confined Aquifer), yaitu aquifer yang seluruh jumlah airnya yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.
c. Akifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer), yaitu akuifer yang seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan semi lolos air dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.
d. Akifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer), yaitu akuifer yang bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air. Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer bebas dengan aquifer semi tertekan.

Tolman (1937) dalam Wiwoho (1999:26) mengemukakan bahwa air tanah dangkal pada akifer dengan material yang belum termampatkan di daerah beriklim kering menunjukan konsentrasi unsur-unsur kimia yang tinggi terutama musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh adanya gerakan kapiler air tanah dan tingkat evaporasi yang cukup besar. Besar kecilnya material terlarut tergantung pada lamanya air kontak dengan batuan. Semakin lama air kontak dengan batuan semakin tinggi unsur-unsur yang terlarut di dalamnya. Disamping itu umur batuan juga mempengaruhi tingkat kegaraman air, sebab semakin tua umur batuan, maka semakin tinggi pula kadar garam-garam yang terlarut di dalamnya.

• Ada 4 wilayah air tanah yaitu:
a. Wilayah yang masih terpengaruh udara. Pada bagian teratas dari permukaan bumi terdapat lapisan tanah yang mengandung air. Karena pengaruh gaya berat (gravitasi), air di wilayah ini akan bebas bergerak ke bawah. Tumbuh-tumbuhan memanfaatkan air pada lapisan ini untuk menopang kelangsungan hidupnya.
b. Wilayah jenuh air. Wilayah inilah yang disebut dengan wilayah kedalaman sumur. Kedalaman wilayah ini tergantung pada topografi, jenis tanah dan musim.
c. Wilayah kapiler udara. Wilayah ini merupakan peralihan antara wilayah terpengaruh udara dengan wilayah jenuh air. Air tanahnya diperoleh dari proses kapilerisasi (perembesan naik) dari wilayah jenuh air.
d. Wilayah air dalam. Wilayah ini berisikan air yang terdapat di bawah tanah/batuan yang tidak tembus air.

• Menurut asalnya air tanah dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Air tanah yang berasal dari atmosfer disebut meteoric water, yaitu air tanah ber asal dari hujan dan pencairan salju.
b. Air tanah yang berasal dari dalam bumi misalnya air tanah turbir (yaitu air tanah yang tersimpan di dalam batuan sedimen) dan air tanah juvenil yaitu air tanah yang naik dari magma bila gas-gasnya dibebaskan melalui mata air panas.

• Menurut letaknya, air tanah dibagi 2:
a. Air tanah dangkal (phreatic), umumnya berasosiasi dengan akuifer tak tertekan, yakni yang tersimpan dalam akuifer dekat permukaan hingga kedalaman – tergantung kesepakatan – 15 sampai 40 m. Air tanah dangkal umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat (miskin) dengan membuat sumur gali,
b. Air tanah dalam (artesis), umumnya berasosiasi dengan akuifer tertekan, yakni tersimpan dalam akuifer pada kedalaman lebih dari 40 m (apabila kesepakatan air tanah dangkal hingga kedalaman 40 m). air tanah dalam dimanfaatkan oleh kalangan industri dan masyarakat berpunya.

B. PERAIRAN LAUT
1. KLASIFIKASI LAUT
• Menurut cara terjadinya dibagi menjadi 3
a. Laut Transgresi (laut yang meluas), terjadi karena adanya perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas). Perubahan permukaan ini terjadi karena naiknya permukaan air laut atau daratannya yang turun, sehingga bagian-bagian daratan yang rendah tergenang air laut. Perubahan ini terjadi pada zaman es. Contoh laut jenis ini adalah laut Jawa, laut Arafuru dan laut Utara.
b. Laut Ingresi, adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut. Oleh karena itu laut ini juga sering disebut laut tanah turun. Penurunan tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. Lubuk laut atau basin adalah penurunan di dasar laut yang berbentuk bulat. Contohnya lubuk Sulu, lubuk Sulawesi, lubuk Banda dan lubuk Karibia. Sedangkan Palung Laut atau trog adalah penurunan di dasar laut yang bentuknya memanjang. Contohnya palung Mindanau yang dalamnya 1.085 m, palung Sunda yang dalamnya 7.450 m, palung Jepang yang dalamnya 9.433 m serta palung Mariana yang dalamnya 10.683 m (terdalam di dunia).
c. Laut Regresi, adalah laut yang menyempit. Penyempitan terjadi karena adanya pengendapan oleh batuan (pasir, lumpur dan lain-lain) yang dibawa oleh sungaisungai yang bermuara di laut tersebut. Penyempitan laut banyak terjadi di pantai utara pulau Jawa.

• Menurut letaknya
a. Laut tepi (laut pinggir), adalah laut yang terletak di tepi benua (kontinen) dan seolaholah terpisah dari samudera luas oleh daratan pulau-pulau atau jazirah. Contohnya laut Cina Selatan dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan Filipina.
b. Laut pertengahan, adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Lautnya dalam dan mempunyai gugusan pulau-pulau. Contohnya laut Tengah di antara benua Afrika-Asia dan Eropa, laut Es Utara di antara benua Asia dengan Amerika dan lain-lain.
c. Laut pedalaman, adalah laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya laut Kaspia, laut Hitam dan laut Mati.

• Berdasarkan kedalamannya laut dibedakan menjadi 4 wilayah (zona) yaitu
a. Zona Lithoral, adalah wilayah pantai atau pesisir atau shore. Di wilayah ini pada saat air pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan. Oleh karena itu wilayah ini sering juga disebut wilayah pasang-surut.
b. Zona Neritic (wilayah laut dangkal), yaitu dari batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Contohnya laut Jawa, laut Natuna, selat Malaka dan laut-laut di sekitar kepulauan Riau.
c. Zona Bathyal (wilayah laut dalam), adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 m hingga 1800 m. Wilayah ini tidak dapat tertembus sinar matahari, oleh karena itu kehidupan organismenya tidak sebanyak yang terdapat di wilayah Neritic.
d. Zone Abyssal (wilayah laut sangat dalam), yaitu wilayah laut yang memiliki kedalaman di atas 1800 m. Di wilayah ini suhunya sangat dingin dan tidak ada tumbuh-tumbuhan. Jenis hewan yang dapat hidup di wilayah ini sangat terbatas.

2. BATAS WILAYAH LAUT INDONESIA
Luas wilayah laut Indonesia sekitar 5.176.800 km2. Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982 di Montego, Caracas.

2. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam yaitu:
a. Zona Laut Teritorial, ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedangkan lebar lautan itu kurang dari 24 mil laut, maka garis teritorial di tarik sama jauh dari garis masing-masing negara tersebut. Laut yang terletak antara garis dengan garis batas teritorial di sebut laut teritorial. Laut yang terletak di sebelah dalam garis dasar disebut laut internal. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau. Sebuah negara mempunyai hak kedaulatan sepenuhnya sampai batas laut teritorial, tetapi mempunyai kewajiban menyediakan alur pelayaran lintas damai baik di atas maupun di bawah permukaan laut. Pengumuman pemerintah tentang wilayah laut teritorial Indonesia dikeluarkan tanggal 13 Desember 1957 yang terkenal dengan Deklarasi Djuanda dan kemudian diperkuat dengan Undang-undang No.4 Prp. 1960.
b. Zona Landas Kontinen, ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua). Kedalaman lautnya kurang dari 150 meter. Indonesia terletak pada dua buah landasan kontinen, yaitu landasan kontinen Asia dan landasan kontinen Australia. Adapun batas landas kontinen tersebut diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih menguasai lautan di atas landasan kontinen, maka batas negara tersebut ditarik sama jauh dari garis dasar masing-masing negara. Sebagai contoh di selat malaka, batas landasan kontinen berimpit dengan batas laut teritorial, karena jarak antara kedua negara di tempat itu kurang dari 24 mil laut. Di selat Malaka sebelah utara, batas landas kontinen antara Thailand, Malaysia, dan Indonesia bertemu di dekat titik yang berkoordinasi 98 °BT dan 6 °LU. Di dalam garis batas landas kontinen, Indonesia mempunyai kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalamnya, dengan kewajiban untuk menyediakan alur pelayaran lintas damai. Pengumuman tentang batas landas kontinen ini dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 17 Febuari 1969.

c. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Di dalam zona ekonomi eksklusif ini, Indonesia mendapat kesempatan pertama dalam memanfaatkan sumber daya laut. Di dalam zona ekonomi eksklusif ini kebebasan pelayaran dan pemasangan kabel serta pipa di bawah permukaan laut tetap diakui sesuai dengan prinsip-prinsip Hukum Laut Internasional, batas landas kontinen, dan batas zona ekonomi eksklusif antara dua negara yang bertetangga saling tumpang tindih, maka ditetapkan garis-garis yang menghubungkan titik yang sama jauhnya dari garis dasar kedua negara itu sebagai batasnya.

3. ZONA PESISIR LAUT
a. PANTAI
Pantai adalah jalur atau bidang yang memanjang, tinggi serta lebarnya dipengaruhi oleh pasang surut dari air laut, yang terletak antara daratan dan lautan
b. KLASIFIKASI PANTAI
1. Klasifikasi Pantai Secara Klasik yang dikemukakan Johnson tahun 1919, dibagi menjadi 4 :
a. Pantai tenggelam (submergence coast)
Merupakan pantai yang dibentuk karena penenggelaman daratan atau naiknya muka laut, yang memiliki
• ciri-ciri : garis pantai tidak teratur, ada pulau-pulau di depan pantai, teluk yang dalam, dan lembah- lembah yang turun.
• Contoh pantai ini adalah :
o Pantai Ria : pantai yang sebelum teggelam telah mengalami erosi darat, terutama erosi fluvial.
o Pantai Fyord : pantai yang sebelum tenggelam mengalami proses glasiasi (lihat gambar VII.6.).
• Kenampakan pada peta topografi :
o Garis pantainya tidak teratur.
o Garis kontur berkelok-kelok tidak beraturan.
o Pantainya relatif curam, ditandai dengan adanya garis kontur yang relatif rapat.
o Perkampungan di sekitar pantai umumnya tidak sejajar dengan garis pantai.

b. Pantai Naik (emergence coast)
Pantai naik adalah pantai yang dibentuk oleh majunya garis pantai atau turunnya muka laut
• Ciri-cirinya : garis pantai relatif lurus, relief-relief rendah, terbentuknya undak-undakan pantai dan gosong pantai atau tanggul-tanggul dimuka pantai.

• Kenampakan pada peta topografi :
o Garis pantai relatif lurus, ditandai dengan kontur yang lurus.
o Pantai relatif landai, ditunjukkan oleh garis kontur yang renggang.
o Jika dijumpai perkampungan umumnya relatif sejajar dengan garis pantai.
c. Pantai Netral
Pantai yang tidak mengalami penenggelaman ataupun penaikkan dan biasanya dicirikan oleh adanya garis pantai yang relatif lurus, pantainya landai dan ombak tidak besar.
• Beberapa contoh pantai ini antara lain : Pantai delta, pantai dataran alluvial, pantai gunung api, pantai terumbu karang, pantai sesar

• Kenampakan pada peta topografi :
o Adanya delta plain, alluvial plain, dll
o Biasanya garis kontur renggang
o Bentuk garis pantainya relatif lurus melengkung
o Sungai dibagian muara mempunyai banyak cabang, yang seolah-olah mempunyai pola sungai berbentuk pohon (dendritik).

d. Pantai Campuran
Pantai yang mempunyai kenampakan lebih dahulu terbentuk daripada yang lain. Seperti kanampakan undak pantai, lembah yang tenggelam, yang merupakan hasil dari naik turunnya permukaan air laut.
• Kenampakan pada peta topografi :
o Adanya dataran pantai, teras-teras (emergence)
o Adanya teluk-teluk dengan kontur yang relatif rapat (submergence)
Perkampungan tidak teratur.

2. Klasifikasi Pantai Berdasarkan Tenaga Geomorfik Shepard (1963) dikutip Sunarto (1991) mengelompokkan pantai menjadi 2 (dua), yaitu :
a. Pantai primer (muda).
Pantai primer terbentuk oleh tenaga-tenaga dari darat (erosi, deposisi darat, gunung api, sesar dan lipatan).
b. Pantai sekunder (dewasa).
Pantai primer terbentuk oleh tenaga-tenaga dari darat (erosi, deposisi darat, gunung api, sesar dan lipatan).

3. Klasifikasi Pantai secara Klimato- genetik dibagi menjadi :
a. Pantai Lintang Rendah
Pantai jenis ini memiliki ciri-ciri energi gelombang rendah dan lingkungan angin pasat. Sedimen pantai banyak, terdapat hubungan antara variasi morfologi pantai dan wilayah hujan. Mangrove tumbuh di daerah beriklim tropis panas-basah, sedangkan gumuk pantai terdapat di lingkungan yang beriklim tropik panas-kering.
b. Pantai Lintang tengah
Terdapat di lingkungan gelombang berenergi tinggi. Karena aktivitas gelombang dan abrasi bertenaga tinggi itu, maka cliff dan bentukan yang berasosiasi dapat berkembang dengan baik.
c. Pantai Lintang Tinggi
Pantai ini dicirikan dengan gelombang berenergi rendah. Kebanyakan merupakan sisa-sisa pembekuan. Perkembangan morfologi cliff dipengaruhi kuat oleh gerakan massa batuan dalam skala besar.
Proses-Proses di Pantai.

4. Pantai dapat diklasifikasikan berdasarkan material penyusunnya, yaitu menjadi:
a. Pantai Batu (rocky shore), yaitu pantai yang tersusun oleh batuan induk yang keras seperti batuan beku atau sedimen yang keras.
b. Beach, yaitu pantai yang tersusun oleh material lepas. Pantai tipe ini dapat dibedakan menjadi:
• Sandy beach (pantai pasir), yaitu bila pantai tersusun oleh endapan pasir.
• Gravely beach (pantai gravel, pantai berbatu), yaitu bila pantai tersusun oleh gravel atau batuan lepas. Seperti pantai kerakal.
c. Pantai bervegetasi, yaitu pantai yang ditumbuhi oleh vegetasi pantai. Di daerah tropis, vegetasi pantai yang dijumpai tumbuh di sepanjang garis pantai adalah mangrove, sehingga dapat disebut Pantai Mangrove.

5. Bila tipe-tipe pantai di atas kita lihat dari sudut pandang proses yang bekerja membentuknya, maka pantai dapat dibedakan menjadi:
a. Pantai hasil proses erosi, yaitu pantai yang terbentuk terutama melalui proses erosi yang bekerja di pantai. Termasuk dalam kategori ini adalah pantai batu (rocky shore).
b. Pantai hasil proses sedimentasi, yaitu pantai yang terbentuk terutama kerena prose sedimentasi yang bekerja di pantai. Termasuk kategori ini adalah beach. Baik sandy beach maupun gravely beach.
c. Pantai hasil aktifitas organisme, yaitu pantai yang terbentuk karena aktifitas organisme tumbuhan yang tumbuh di pantai. Termasuk kategori ini adalah pantai mangrove.

6. Kemudian, bila dilihat dari sudut morfologinya, pantai dapat dibedakan menjadi:
a. Pantai bertebing (cliffed coast), yaitu pantai yang memiliki tebing vertikal. Keberadaan tebing ini menunjukkan bahwa pantai dalam kondisi erosional. Tebing yang terbentuk dapat berupa tebing pada batuan induk, maupun endapan pasir.
b. Pantai berlereng (non-cliffed coast), yaitu pantai dengan lereng pantai. Pantai berlereng ini biasanya merupakan pantai pasir.

c. PESISIR

d. LAUT

4. MORFOLOGI LAUT DAN GERAK AIR LAUT
a. MORFOLOGI LAUT
• Continental shelf
Landas kontinen (continental shelf), yaitu wilayah laut yang dangkal di sepanjang pantai dengan kedalaman kurang dari 200 meter, dengan kemiringan kira-kira 8,4 %. Landas kontinen merupakan, dasar laut dangkal di sepanjang pantai dan menjadi bagian dari daratan. Contohnya Landas Kontinental Benua Eropa Barat sepanjang 250 km ke arah barat. Dangkalan sahul yang merupakan bagian dari benua Australia dan Pulau Irian, landas kontinen dari Siberia ke arah laut Artetik sejauh 100 km, dan Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari Benua Asia yang terletak antara Pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatra.

• Continental slope
Lereng benua (continental slope), merupakan kelanjutan dari continental shelf dengan kemiringan antara 4 % sampai 6 %. Kedalaman lereng benua lebih dari 200 meter.

3. Ocean floor
Ocean floor atau dasar samudra merupakan daerah paling dasar di lautan. Di dalamnmya terdapat banyak bentukan antara lain:
a. Deep Sea Plain, yaitu dataran dasar laut dalam dengan kedalaman lebih dari 1000 meter.
b. The Deep, yaitu dasar laut yang terdalam yang berbentuk palung laut (trog).
c. Gunung laut, yaitu gunung yang kakinya di dasar laut sedangkan badan puncaknya muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau. Contoh: gunung Krakatau.
d. Seamount, yaitu gunung di dasar laut dengan lereng yang curam dan berpuncak runcing serta kemungkinan mempunya tinggi sampai 1 km atau lebih tetapi tidak sampai kepermukaan laut. Contoh: St. Helena, Azores da Ascension di laut Atlantik.
e. Guyot, yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di lautan Pasifik.
f. Punggung laut (ridge), yaitu punggung pegunungan yang ada di dasar laut. Contoh: punggung laut Sibolga.
g. Ambang laut (drempel), yaitu pegunungan di dasar laut yang terletak diantara dua laut dalam. Contoh: ambang laut sulu, ambang laut sulawesi.
h. Lubuk laut (basin), yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi. Contoh: lubuk laut sulu, lubuk laut sulawesi.
i. Palung laut (trog), yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi. Contoh: Palung Sunda, Palung Mindanao, Palung Mariana

b. GERAKAN AIR LAUT

• Penyebab terjadinya arus laut
Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping). Contoh-contoh gerakan itu seperti gaya coriolis, yaitu gaya yang membelok arah arus dari tenaga rotasi bumi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mangarah ke kiri di belahan bumi selatan. Gaya ini yang mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan) pada belahan bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan bumi selatan. Perubahan arah arus dari pengaruh angina ke pengaruh gaya coriolis dikenal dengan spiral ekman.
Pada arus atas atau arus yang mengalir di permukaan laut, faktor yang mempengaruni adalah adanya angin yang bertiup diatasnya. Tenaga angin memberikan pengaruh terhadap arus permukaan (atas) sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri. Kecepatan arus ini akan berkurang sesuai dengan makin bertambahnya kedalaman perairan sampai pada akhirnya angin tidak berpengaruh pada kedalaman 200 meter. Oleh karena dibangkitkan angin, arah arus laut permukaan (atas) mengikuti arah angin yang ada.
Selain pergerakan arah arus mendatar, angin dapat menimbulkan arus air vertikal yang dikenal dengan upwelling dan sinking di daerah-daerah tertentu. Proses upwelling adalah suatu proses massa air yang didorong ke atas dari kedalaman sekitar 100 sampai 200 meter. Angin yang mendorong lapisan air permukaan mengakibatkan kekosongan di bagian atas, akibatnya air yang berasal dari bawah menggantikan kekosongan yang berada di atas. Oleh karena air yang dari kedalaman lapisan belum berhubungan dengan atmosfer, maka kandugan oksigennya rendah dan suhunya lebih dingin dibandingkan dengan suhu air permukaan lainnya. Walaupun sedikit oksigen, arus ini mengandung larutan nutrien seperti nitrat dan fosfat sehingga cederung mengandung banyak fitoplankton. Fitoplankton merupakan bahan dasar rantai makanan di lautan, dengan demikian di daerah upwelling umumnya kaya ikan.
Gejala upwelling dapat dipantau oleh satelit cuaca NOAA dan dijadikan sebagai tanda akan dimulainya musim panen ikan 14 hari setelah upwelling terjadi. Bagi nelayan modern dapat memanfaatkan informasi NOAA untuk persiapan panen. Pencurian ikan di berbagai laut di Indonesia umumnya para pencuri memantau gejala upwelling.

• Macam-macam arus

• Persebaan arus di dunia
Di Samudera Pasifik
1. Di sebelah utara khatulistiwa
a. Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
b. Arus Kuroshio, merupakan lanjutan arus khatulistiwa utara karena setelah sampai di dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang dan terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.
c. Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kuroshio, termasuk arus menyimpang (pengaruh daratan) dan arus dingin.
d. Arus Oyashio, merupakan arus dingin yang didorong oleh angina timur dan mengalir dari selat Bering menuju ke selatan dan berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang karena ditempat ini arus tersebut bertemu dengan arus Kuroshio (terhambat oleh kuroshio). Di tempat pertemuaan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshio yang hangat dan tumbuh subur.

2. Di sebelah selatan khatulistiwa
a. Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
b. Arus Humboldt atau Arus Peru, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini merupakan arus menyimpang serta didorong oleh angin pasat tenggara dan termasuk arus dingin.
c. Arus Australia Timur, merupakan lanjutan arus khatulistiwa selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier Reef).
d. Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 ° – 40 °LS) dan sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat.

3. Di sepanjang garis khatulistiwa
Arus Khatulistiwa Utara dan Arus Khatulistiwa Selatan setelah bergerak,meninggalkan tempat yang tinggi airnya lebih rendah dari sekitarnya, sehingga segera tempat ini diisi oleh aliran air laut baru yang membentuk arus. Arus pengisi atau arus perata ini disebut “arus kompensasi”. Contohnya adalah Arus Sungsang Khatulistiwa, yang mengalir sepanjang garis khatulistiwa ke timur dan merupakan arus
panas.

Di Samudera Atlantik
1. Di sebelah utara khatulistiwa
a. Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan dan didorong angin pasat timur laut.
b. Arus Teluk Gulfstream, merupakan arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar dan merupakan arus panas. Arus khatulistiwa utara (ditambah dengan sebagian arus khatulistiwa selatan) semula masuk ke Laut Karibia terus ke Teluk Mexiko dan keluar dari teluk ini melalui Selat Florida(sebagai Arus Florida). Arus Florida yang segera bercampur dengan Arus Antillen merupakan arus besar yang mengalir di sepanjang pantai timur Amerika Serikat ke arah Timur. Arus inilah yang disebut arus teluk sebab sebagian dari arus ini keluar dari teluk Meksiko.
c. Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur, merupakan arus dingin yang mengalir dari laut Kutub Utara ke selatan menyusur pantai timur Tanah Hijau. Arus ini didorong oleh angina timur (yang berasal dari daerah kutub).
d. Arus Labrador, berasal dari laut Kutub Utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus ini didorong oleh angin timur dan merupakan arus dingin, yang pada umumnya membawa “gunung es” yang ikut dihanyutkan.
e. Arus Canari, merupakan arus menyimpang dan termasuk arus dingin. Arus ini merupakan lanjutan sebagian arus teluk yang mengubah arahnya setelah pengaruh daratan Spanyol dan mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara.
2. Di sebelah selatan khatulistiwa
a. Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Sebagian dari arus ini masuk ke utara (yang bersama-sama dengan arus Khatulistiwa Utara ke Laut Karibia) sedangkan yang sebagian lagi membelok ke selatan. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angina pasat tenggara.
b. Arus Brazilia, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (khususnya Brazilia). Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus panas.
c. Arus Benguela, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin, yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
d. Arus angin barat, merupakan lanjutan dari sebagian Arus Brazilia yang mengalir ke arah timur (pada lintang 30o – 40o LS) sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat dan merupakan arus dingin.

Di Samudera Hindia
1. Di sebelah utara khatulistiwa
Arus laut samudera ini keadaannya berbeda dengan samudera lain, sebab arah gerakan arus tak tetap dalam setahun melainkan berganti arah dalam ½ tahun, sesuai dengan gerakan angin musim yang menimbulkannya. Arus-arus tersebut adalah sebagai berikut.
a. Arus Musim Barat Daya, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini berjalan kurang kuat sebab mendapa hambatan dari gerakan angin pasat timur laut.
b. Arus Musim Timur Laut, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri Teluk Benguela dan Laut Arab. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim timur laut. Arus yang terjadi bergerak agak kuat sebab di dorong oleh dua angin yang saling memperkuat, yaitu angin pasat timur laut dan angin musim timur laut.

2. Di sebelah selatan khatulistiwa
a. Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nantinya pecah menjadi dua (Arus Maskarena dan Arus Agulhas setelah sampai di timur Madagaskar). Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
b. Arus Maskarena dan Arus Agulhas, merupakan arus menyimpang dan merupakan arus panas. Arus ini juga merupakan lanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan, menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat.
c. Arus angin barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusur pantai barat Benua Australia. Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus dingin yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.

c. SALINITAS, SUHU DAN KEJERNIHAN AIR LAUT
Suhu air laut
Keadaan suhu perairan laut banyak ditentukan oleh penyinaran matahari yang disebut proses insolation. Pemanasan di daerah tropik/khatulistiwa akan berbeda dengan hasil pemanasan di daerah lintang tengah atau kutub. Oleh karena bentuk bumi bulat, di daerah tropis sinar matahari jatuh hampir tegak lurus, sedangkan di daerah kutub umumnya menerima sinar matahari dengan sinar yang condong. Sinar jatuh condong bidang jatuhnya akan lebih luas dari pada sinar jatuh tegak. Selain oleh kemiringan sinar jatuh, di daerah kutub banyak sinar dipantulkan kembali ke atmosfer sehingga semakin menambah dingin keadaan suhu di daerah kutub.
Namun walaupun di daerah tropis lebih panas dari kutub, daerah tropis memiliki suhu air lebih rendah dibandingkan suhu air laut di daerah subtropis. Hal ini karena faktor keawanan yang menutupi di daerah tropis banyak awan yang menutupi dibandingkan dengan di daerah subtropik. Awan banyak menyerap sinar datang dan menimbulkan nilai kelembaban udara yang tinggi. Adapun di daerah subtropik, insolation yang tinggi tidak diikuti oleh kelembaban dan keawanan sehingga di daerah ini lebih panas.
Berdasarkan kedalamannya, sinar matahari banyak diserap oleh lapisan permukaan laut hingga kedalaman antara 200 – 1000 meter suhu turun secara drastis, dan pada daerah yang terdalam bisa mencapai suhu kurang dari 2°C.

Pola suhu di perairan laut pada umumnya:
a. Makin ke kutub makin dingin.
Pada permukaan samudera, umumnya dari khatulistiwa berangsur-angsur dingin sampai ke laut-laut kutub, di khatulistiwa ± 28° C, pada laut-laut kutub antara 0° sampai 2° C.
b. Makin ke bawah makin dingin
Panas matahari hanya berpengaruh di lapisan atas saja. Di dasar samudera
rata-rata 2°C (juga di dasar samudera daerah tropik). Sebab yang utama adalah karena air dingin yang berasal dari daerah kutub mengalir kearah khatulistiwa.
Laut yang tidak dipengaruhi arus dingin suhunya tinggi. Laut Tengah misalnya sampai jauh ke bawah, suhunya 130°C (karena ambang Jibraltar menghambat arus dingin dari Atlantik).

Kecerahan Air Laut
Kecerahan air laut ditentukan oleh kekeruhan air laut itu sendiri dari kandungan sedimen yang dibawa oleh aliran sungai. Pada laut yang keruh, radiasi sinar matahari yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis tumbuhan laut akan kurang dibandingkan dengan air laut jernih. Pada perairan laut yang dalam dan jernih, fotosintesis tumbuhan itu mencapai 200 meter, sedangkan jika keruh hanya mencapai 15 – 40 meter. Laut yang jernih merupakan lingkungan yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang dari cangkang binatang koral.
Air laut juga menampakan warna yang berbeda-beda tergantung pada zat- zat organik maupun anorganik yang ada.

Ada beberapa warna-warna air laut karena beberapa sebab:
a. Pada umumnya lautan berwarna biru, hal ini disebabkan oleh sinar matahari yang bergelombang pendek (sinar biru) dipantulkan lebih banyak dari pada sinar lain.
b. Warna kuning, karena di dasarnya terdapat lumpur kuning, misalnya sungai kuning di Cina.
c. Warna hijau, karena adanya lumpur yang diendapkan dekat pantai yang memantulkan warna hijau dan juga karena adanya planton-planton dalam jumlah besar.
d. Warna putih, karena permukaannya selalu tertutup es seperti di laut kutub utara dan selatan.
e. Warna ungu, karena adanya organisme kecil yang mengeluarkan sinar- sinar fosfor seperti di laut ambon.
f. Warna hitam, karena di dasarnya terdapat lumpur hitam seperti di laut hitam
g. Warna merah, karena banyaknya binatang-binatang kecil berwarna merah yang terapung-apung.

Salinitas Air Laut
Salinitas atau kadar garam ialah banyaknya garam-garaman (dalam gram) yang terdapat dalam 1 Kg (1000 gr) air laut, yang dinyatakan dengan ‰ atau perseribu. Salinitas umumnya stabil, walaupun di beberapa tempat terjadi fluktuasi. Laut Mediterania dan Laut Merah dapat mencapai 39 ‰ – 40 ‰ yang disebabkan banyak penguapan, sebaliknya dapat turut dengan drastis jika turun hujan.
Laut yang memiliki kadar garam yang rendah banyak dijumpai di daerah-daerah yang banyak muara sungainya. Pada musim barat, laut di di Asia Tenggara mulai dari bulan Desember – Mei di Teluk Thailand dan bagian timur laut Pantai Sumatera mempunyai nilai kadar garam yang rendah.

Tinggi rendahnya kadar garam (salinitas) sangat tergantung kepada faktor-faktor berikut :
a. Penguapan, makin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.
b. Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah hujan yang turun salinitas akan tinggi.
c. Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi

5. DAFTAR PUSTAKA

Sayap malaikat

April 14, 2009

iannk ini, tugas bahasa indonesiana dirikuwh. . . tolong diresapi ya cerpennya…

SAYAP MALAIKAT

Senja menggantung di langit di bagian barat yang tepat didepan mataku. Suara angin yang gemersik, menambah romantisme senja. Ditambah lagi warna oranye dan abu-abu yang semburat di langit, membuat setiap mata yang memandang enggan berpaling darinya. Tampaknya bulan juga sudah mulai tersenyum seolah berkata “aku datang lagi mlam ini.”. senyumnya tampak sangat damai dan statis, di otakku, dalam imaji aku mensetting bulan hanya bisa mengatakan dua kata yang pertama, pada saat senja seperti ini, ia mengatakan bahwa ia akan dating lagi malam ini dan pada saat malam mulai habis dan ayam jantan sudah bersiap-siap melakukan paduan suara untuk membangunkan manusia dari mimpi-mimpinya yang semu itu.
Tapi aku berfikir kembali, benar-benar tidak ada gunanya aku memikirkan hal seperti itu. Ayolah, aku ini hanya seorang petugas kebersihan, tugasku bukan meneliti perkataan bulan, tugasku hanya membuat sekolahan ini tampak bersih setiap hari. Itu saja, sangat sederhana.
***
Hari ini, pukul 17.30, sekolah mulai sepi, kegiatan yang memeras otak dan tenaga anak-anak belia yang bersekolah di SMA ini, sudah selesai. Seperti biasa. Pada pukul 17.00, semuanya memang harus selesai, lebih tepatnya dipaksa untuk selesai. Pak satpam samasekali tidak mentolerir adanya perpanjangan waktu.
Senja hari ini juga seperti hari-hari biasanya, langit masih tegak berdiri diatasku dengan kegagahannya bertahtakan mega yang sangat romantis. Indah benar karya tuhan, menciptakan tekstur seni yang berbea tiap senja. Menciptakan alur cerita yang berbeda di hidup tiap umatnya, dan membentuk tubuh yang berbeda untuk para makhluknya. Tuhan yang esa benar-benar maha kuasa, maha dahsyat kekuatannya.
Hari ini, sepi, siluet mega membuatku bersemangat membersihka sampah-sampah yang akan menjadi bukit sampah kecil jika dikumpulkan di satu tempat. Sedikit demi sedikit, kutelateni pekarjaanku. Tangan kananku memegang sapu dan tangan kiriku memegang peking, sungguh pemandangan yang konvensional untuk seorang petugas kebersihan. Tapi tampaknya hari ini ada yang berbeda. Bukan padaku, tapi pada sampahnya.
Disana, di tengah lapangan basket, ada sesuatu yang bercahaya, cahaya putih yang dibarengi oleh semburat warna oranye di langit. Heran-aku heran bercamput takut, terus aku bertanya, “apa itu?”. Sangat tidak ada ada gunanya, aku tidak akan tahu sebelum aku kesana dan melihat dari jarak yang sangat dekat, benda apa sebenarnya itu. Perlahan-lahan, aku melangkahkan kakiku menuju lapangan basket, takut, tapi aku harus berani, benar-benar tidak ada alasan untukku untuk mundur sekarang, aku benar-benar tidak suka diliputi rasa penasaran. Jarakku dengan benda bercahaya indah itu makin dekat, makin dekat, dan dekat. Dan akhirnya “wow, sebuah sayap”. Indah nian sayap ini. “pakailah sayap itu jika kau sudah yakin untuk menjadi malaikat”. Deg deg deg deg, jantungku berdetak sangat keras menghantam tulang rusukku dan menimbulkan rasa nyilu di dada. Aku semakin takut. “siapa kau?” tanyaku sembari emngeluarkan kekuatan terbesarku. “aku malaikat, dan aku kesini mencari manusia yang sudah siap menjadi malaikat. Kuberi kau waktu tiga hari, berfikirlah, jika kau setuju, pakai sayap itu dan kau akan mendapat tugas pertamamu sebagai malaikat, jika tidak, tiga hari lagi letakkan sayap itu disini, dan kau akan tetap menjadi manusia”
Aku tercengang, kaget. Tapi aku berfikir waktu tiga hari cukup untuk memikirkan hal ini. Kemudian, aku pulang membawa benda berkilau itu.
***
Dugaanku ternyata salah besar, sungguh tudak mudah memutuskan hal ini. Sudah dua hari ini aku tidak tidur. Mataku samasekali tidak mau terpejam, tapi tubuhku berontak karena mereka mau istirahat. Sungguh sulit pilihan yang harus kupilih.
***
Hari ini, tepat di hari ketiga. Senja dating lagi, membawa alur mega yang berbeda dari kemarin. Tepat pukul 17.30, kulihat di jam tangan tua peninggalan kakekku. “kau sudah memutuskan pilihan ya, apa pilihanmu?”. “kupikir, aku akan mengembalikan sayap ini padamu”kataku mengawali, sambari berhenti sejenak dan memikirkan kata-kata yang sebelumnya sudah kulatih. “aku manusia, aku tercipta dari tanah. Sangat tidak masuk akal jika, aku yang terbuat dari tanah yang diinjak-injak ini menempati posisimu. Malaikat yang suci dan terbuat dari cahaya. Aku juga tidak sempurna untuk mengawasi prilaku manusia. Engkau adalah utusan paling taat ciptaan tuhan, dan aku adalah ciptaan tidak sempurna yang dibekali tuhan dengan nafsu. Aku bukan minder untuk menjadi malaikat, tetapi aku merasa, menjadi malaikat bukanlah tempatku. Tempatku itu disini, di bumi. Bukan seperti engkau yang tinggal di surga dan menjadi pelayan setia tuhan. Jika sampai saatnya, dan jika tuhan mengijinkan, aku akan lebih mulia dari engkau, tapi jika memang itu benar-benar saatnya”.
Cahaya sayap itu semburat tertiup angin, aku tidak bisa menggenggamnya lagi, sayap itu berubag menjadi cahaya yang tak terjangkau oleh tanganku. Dan, tak sampai seper detik, cahaya itu hilang, dan keadaan kembali seperti biasa. Dan kemudian gelap, gelap, semuanya hitam.
Ketika aku terbangun “malia, diminum obatnya ya? nampaknya kau sudah mulai sehat. Dua tahun lagi kau pasti pulang” kata bu dokter. “bu dokter, aku menemukan sayap malaikat.” Kataku. Bu dokter hanya tersenyum, “Sudah, kau Minum obatnya”.
Aku tak tahu itu nyata atau tidak, yang jelas, disini aku tinggal, sejak sehari setelah kejadian itu. RUMAH SAKIT JIWA HARAPAN.
***

bioma dan pencemaran

April 14, 2009

Inii dia makalah kelompok saiiiya tentang bioma dan pencemaran lingkungan. bagi yang bermianat silahkan di copy paste. . . saya bagikan gratisss. tanpa syarat
Karekteristik Bioma
1.hutan tropis
Hutan hujan ialah hutan tropis yang banyak menerima hujan. Biasanya memiliki banyak tanaman dan hewan. Hutan hujan yang paling terkenal ialah Hutan Hujan Amazon.Para ilmuwan mengatakan lebih dari separuh spesies tanaman dan binatang tinggal di hutan hujan. Juga lebih dari 1/4 obat-obatan berasal dari sini. Hutan hujan hanya meliputi wilayah sekitar 2% dari wilayah tanah bumi, namun hutan hujan masih menyediakan 40% oksigen.
Cirri-ciri bioma hutan tropis
1.curag hujannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200-225 cm/ tahun
2.matahari bersinar sepanjang tahun
3.dari satu bulan ke bulan yang lain, perubahan suhunya relative kecil
4.dibawah tudung pohon, gelap sepanjang hari sehingga tidah terjadi perubahan suhu hebat antara siang dan malam
Bioma ini kaya spesies tumbuhan, pohon-pohonnya berkisar antara 20-40 m dan membentuk tudung. Tumbuhan khas di bioma ini adalah liana (tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan) dan epifit(tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon tetapi tidah merugikan pohon tersebut).

2.hutan gugur
Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)adalah hutan dengan ciri tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.
Pohon-pohon utama yang terdapat di bioma hutan gugur rata-rata berukuran besar dan pendek.
Ciri-ciri bioma hutan gugur
1.Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 – 100 cm/tahun.
2.Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi
3.Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan tropis.
4.Pohon-pohon memiliki ciri berdaun lebar, hijau pada musim dingin, rontok pada musim panas dan memiliki tajuk yang rapat.
5.Memiliki musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.
6.Jarak antara pohon satu dengan pohon yang lainnya tidak terlalu rapat/renggang
7.Jumlah/jenis tumbuhan yang ada relatif sedikit

3.tundra
Tundra merupakan sebuah formasi yang terdapat di daerah-daerah di sekitar kutub utara. Tundra merupakan sebuah vegetasi yang terutama hanya terdiri atas berbagai jenis rumput dan lumut kerak. Tundra disebut juga disebut gurun dingin. Tundra terdapat di bagian utara Skandinavia, Finlandia, Rusia, Siberia dan Kanada. Jenis hewan penghuni tundra antara lain rusa kutub.
Ciri-ciri bima tundra
1.mandapat sedikit energi radiasi matahari
2.musim dingin sangat panjang, dapat berlangsung 9 bulan dan dalam keadaan gelap
3.musim panas hanya 3 bulan, dan di saat inilah vegetasi bertumbuh

4.taiga
Taiga merupakan sebuah formasi yang berupa hutan yang terdiri dari anggota-anggota kelompok pohon jarum. Daerah penyebarannya di semenanjung, Rusia, Siberia, Alaska dan kanada. Letaknya di sebelah selatan tundra. Taiga merupakan hutan yang hijau sepanjang tahun walaupun dalam musim dingin di berbagai tempat suhu dapat turun sampai puluhan derajat dibawah nol. Garis yang memisahkan wilayah tundra dan taiga disebut batas pohon. Jenis hewan penghuni taiga adalah beruang dan srigala. Ekosistem taiga bermula ketika ekosistem tundra berakhir
Ciri-ciri bioma taiga
1.Di dominasi oleh vegetasi pohon cemara yang merupakan tumbuhan berdaun jarum.
2.Perbedaan suhu di musim dingin dan panas sangat mencolok di musim dingin dapat mencapai di bawah 00F dan di musim panas dapat mencapai 900F atau lebih. / musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah.
3.Musim panas yang panjang dan curah hujan yang rendah
4.Terdapat di daerah belahan bumi utara yang dekat dengan kutub utara.
5.Terdapat juga vegetasi bamboo-bambu, paku-pakuan, dan lumut.
6.Serangga pada waktu tertentu mendominasi hewan di sana, seperti jenis kumbang, lebah, capung, semut, dan laba-laba. Di sini juga ada binatang sejenis rusa yang dinamakan Mose, serigala, rubah, anjing hutan, dan beruang.
7.Juga terdapat berbagai jenis burung seperti Bebek, angsa, dan jenis burung pemakan ikan. Juga terdapat burung pemangsa seperti burung elang, rajawali, dan burung hantu.
8.Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
9.Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah. Hutan konifer di daerah utara terdapat di Amerika Utara, Eropa Utara, dan Asia Utara. Hutan ini terkenal dengan nama hutan boreal. Terdapat kira-kira 5 juta km2 hutan boreal di muka bumi. Pohon di hutan konifer mengalami musim pertumbuhan yang singkat akibat pengaruh musim panas yang pendek dan musim dingin yang panjang. Hutan boreal dihuni oleh serigala abu-abu, rusa kutub, pohon-pohon konifer, dan kumbang tanah yang sering terlihat diantara daun konifer yang gugur.Pohon konifer termasuk jenis Gymnospermae. Pohon konifer mempunyai bunga yang disebut rujung (konus), di dalam rujung betina terdapat biji buah. Konifer tumbuh di daerah yang dingin di seluruh dunia. Konifer yang sering dijadikan pohon natal adalah Spruce Norwegia.
10.Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mammalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada saat musim dingin.
11.Mempunyai musim dingin yang cukup panjang dan musim kemarau yang panas dan sangat singkat
12.Selama musim dingin, air tanah berubah menjadi es dan mencapai 2 meter di bawah permukaan tanah
13.Jenis tumbuhan yang hidup sangat sedikit, biasanya hanya terdiri dari dua atau tiga jenis tumbuhan

5.sabana
Sabana adalah suatu tipe vegetasi yang tampak sabagai padang rumput dengan pohon-pohon yang bergerombol. Berdasarkan pohon penyusunnya, sabana dibagi dua sabana murni dan sabana campuran. Sabana murni adalah sabana yang pohon penyusunnya hanya satu jenis. Dan sabana campuran adalah sabana yang terdiri dari berbagai macam jenis pohon.
Sabana terdapat di daerah tropic maupun subtropik yang tidak terlalu tinggi. Sabana merupakan lingkungan yang kaya fauna, berbagai jenis pemakan rumput misalnya jerapah, zebra, merupakan penghuni sabana.
Cirri-ciri bioma sabana:
1.Bersuhu panas sepanjang tahun
2.hutan terjadi secara musiman, dalam arti
1)sabana menjadi semak belukar apabila terbentuk mengarah ke daerah yang intensitas hujannya rendah
2)sabana berubagh menjadi hutan basah bila mengarah ke daerah yang intensitas hujannya tinggi

6.gurun
Bioma gurun merupakan bioma yang paling kering / gersang yang minim vegetasi. Vegetasi gurun dan setengah gurun biasanya terdiri dari jenis tumbuhan yang kurang air atau xerofita. Dalam istilah geografi, gurun, padang gurun atau padang pasir adalah suatu daerah yang menerima curah hujan yang sedikit – kurang dari 250 mm per tahun. Gurun dianggap memiliki kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan. Jika dibandingkan dengan wilayah yang lebih basah hal ini mungkin benar, walaupun jika diamati secara seksama, gurun sering kali memiliki kehidupan yang biasanya tersembunyi (khususnya pada siang hari) untuk mempertahankan cairan tubuh. Kurang lebih sepertiga wilayah bumi adalah berbentuk gurun.
Bentang gurun memiliki beberapa ciri umum. Gurun sebagian besar terdiri dari permukaan batu karang. Bukit pasir yang disebut erg dan permukaan berbatu merupakan bagian pembentuk lain dari gurun.
Gurun kadang memiliki kandungan cadangan mineral berharga yang terbentuk di lingkungan kering (Inggris: ‘arid’) atau terpapar oleh erosi. Keringnya wilayah gurun menjadikannya tempat yang ideal untuk pengawetan benda-benda peninggalan sejarah serta fosil
a.Ikim gurun
1.Iklim panas dan kering sepanjang.
2.Suhu siang sangat tinggi (35oC-40oC) kerana langit tak berawan.
3.Suhu malam sangat sejuk (10 oC-16 oC).
4.Jumlah hujan terlalu kurang (kurang drp 250 mm) turun sekali-sekala dalam beberapa bulan kerana angin yang lalu kering.
5.Selalu berlaku ribut pasir.

b.Tumbuhan
1.Tumbuhan jarang kerana iklim panas dan kering.
2.Tumbuhan semula jadi – kaktus, rumput dawai, semak samun berduri dan rumput kasar.
3.Kebanyakan kawasan ditumbuhi oleh pokok kaktus yang berbatang lendair (dapat simpan air dan kulit tebal untuk halang air daripada tersejat.
4.Rumput kasar yang berakar panjang untuk serap air jauh di bawah.
5.Pokok akasia bantut dan palma yang batangnya berkulit tebal.
6.Tumbuhan yang berkulit benih yang tebal, tahan kemarau dan tumbuh bila ada hujan.
Cara penyesuaian dengan iklim :
1.Akar panjang mencari air dalam tanah.
2.Tumbuhan tidak berdaun tapi berduri.
3.Berdaun kecil, berlilin atau berbulu kurangkan perpeluhan.
4.Batang berbendalir besar dan besar untuk menyimpan air.

c.oasis
1.Oasis – kawasan sumber air di gurun.
2.Aras air bawah tanah hampir sama permukaan bumi.
3.Penduduk sekitar oasis dapat menjalankan pertanian – tanaman kurma (paling utama), sayur-sayuran, buah-buahan, barli dan jagung.
4.Di oasis rumah dibuat daripada batu dan tanah liat.
5.Bumbung rata untuk menakung air hujan dan mengeringkan barang.
6.Ribut pasir atau simoon berlaku di kawasan gurun.
7.Tembok dibina di keliling oasis untuk melindungi kawasan pertanian dari ditimbus pasir.

Pertanian Ekologi
MACAM-MACAM CARA BERTANI
1.Terasering
Suatu metode pertanian yang ramah lingkungan, dimana lahan pertanian di buat berundak-undak, dengan harapan untuk membentuk keadaan tanah yang sangat produktif. Metode ini pula dapat mencegah terjadinya tanah longsor dan erosi, biasanya dibuat dinding bebatuan atau tanah liat untuk menjaga tanah yang berundak tetap ditempatnya. Terasering yang tertata dengan baik menjadikan mulsa dan kompos dapat tertahan serta dapat menyimpan air sangat banyak. Oleh karena itu pinggiran terasering dibuat lebih tinggi.
Kekurangan dari metode terasering ini adalah lahan penanaman menjadi lebih sempit, jalan keluarnya ialah menanam tumbuhan yang berbeda jenis dalam I periode penanaman, sehingga masa panen berbeda-beda sesuai dengan tumbuhan yang kita tanam. Sebuah teknik yang baik untuk merencanakan produksi pangan secara terus menerus adalah dengan membuat kalender pangan: Buatlah Daftar Sayuran yang ingin ditanam, tuliskan kapan masa tanam dan waktu panennya, tulis pula nama bulan waktu tanam dan nama bulan rencana waktu panen. Bila ada bulan yang tidak ada hasil panen, maka patut dipikirkan jenis tanaman lain yang bisa ditanam dan teknik-teknis untuk meningkatkan hasil panen serta menambah waktu masa panen menjadi lebih lama.
2.Gilir tanam
Metode pertanian ekologis yang menerapkan pergantian jenis tumbuhan yang ditanam tiap periode. biasanya tananman yang dijadikan penggilir adalah suku leguminosa, karena di akar tanaman kacang-kacangan terdapat bintil-bintil rhizobium untuk meningkatkan kadar nitrogen didalam tanah.
Metode ini dapat pula memutus rantai penyakit tumbuhan utama, karena penyakit atau virus tidak dapat mengifeksi tumbuhan penggilir.

3.Tumpang sari
Salah satu system pertanian lama yang cukup dikenal masyarakat petani. Ide dasarnya adalah menanam beberapa jenis tanaman dalam satu lahan. Sistem ini mengurangi pengeluaran petani untuk biaya pengolahan lahan serta meningkatkan hasil panen berlipat ganda. Kombinasi umum dari metode ini adalah kombinasi menanam tumbuhan leguminosa dan serelia, penggunaan tanaman leguminosa seeprti kacang-kacangan sebagai tanaman sela dapat menguntungkan bagi tanaman pokok, karena banyak menghasilkan nitrogen, dapat memperbaiki struktur tanah serta dapat menekan tumbuhnya rumput-rumputan. Hal ini ditunjang dengan kemampuan akar-akar tumbuhan leguminosa untuk mengikat nitrogen, sehingga tubuhan kacang-kacngan dan sekitarnya mendapat pasokan nitrogen yang sangat dibutuhkan.
Seperti pergiliran tanaman, metode ini dapat memutus rantai sikuls penyakit atau patogen melalui rotasi.

PUPUK
1.Pupuk organik
Pupuk organik seperti namanya pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa orang juga mengkelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik. Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.
Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Namun, kandungan hara tersebut rendah
Orang sering kali menghitung kebutuhan pupuk organik berdasarkan kandungan haranya saja. Kandungan hara pupuk organik disetarakan dengan kandungan hara dari pupuk kimia yang biasa digunakan. Akibatnya kebutuhan pupuk organik jadi berlipat-lipat dibandingkan dengan dosis pupuk kimia. Sebagai contoh kompos dengan kandungan sebagai berikut: 2.79 % N, 0.52 % P2O5, 2.29 % K2O. Maka dalam 1000 kg (1 ton) kompos akan setara dengan 62 kg Urea, 14.44 kg SP 36, dan 38.17 kg MOP.
Banyak sekali bahan-bahan organik yang dapat dijadikan pupuk kompos, dan tanpa sadar sampah yang kita keluarkan tiap hari merupakan hal yang dapat kita daur ulang menjadi kompos. Tetapi dari sampah atau kotoran yang bisa kita jadikan kompos, kotoran kelelawar atau guano merupakan kotoran yan terbaik untuk dijadikan kompos karena mengandung unsur yang komplit untuk mendukung pertumbuhan tanaman , tetapi mayoritas petani di Indonesia percaya bahwa kotoran kambing yang terbaik.

Pupuk organik ada 2 jenis, yaitu bentuk padat & cair. Bahannya pun bermacam-macam. Salah satunya yang bahannya paling mudah didapat adalah berkut ini.

Cara membuat pupuk organik :
(1) Cincang sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.
(2) Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan juga kantong plastik ukuran 60 cm x 90 cm dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
(3) Siapkan 1/4 kg gula merah yang sudah dilarutkan.
Siapkan 1/2 liter bahan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan.
(4) Siapkan 1/2 liter air bekas cucian beras.
Siapkan 10 liter air tanah. Untuk hasil maksimal jangan gunakan air hujan atau air PAM.
(5) Campur air bekas cucian beras, EM4, dan air gula ke dalam tong plastik. Sementara itu cincangan sampah hijau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi.
(6) Setelah itu, masukkan kantong plastik ini ke dalam tong plastik dan tambahkan air tanah.
Ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup pula tong plastik itu dengan rapat selama tiga minggu (21 hari).
(7) Setelah tiga minggu, sampah dalam tong itu tidak berbau dan kelihatan menyusut. Angkat sampah itu hingga air tiris.
(8) Sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk cair (lindi)
(9) Contoh dosis pemberian pupuk cair :
10 liter lindi dicampur dgn 50 liter air untuk kebun seluas 100 m2.

Ada juga yang bahan dan cara membuatnya berikut ini :
(1) Bahan : kotoran sapi/kerbau yg sdh 3 minggu, serbuk gergaji 10% dari kotoran, abu sekam 10%, stardek 0.25, kalsit 2.5%.
(2) Caranya dibuat berlapis2 dalam suatu bak penampungan.
Bak penampungan 1.
Lapisan pertama serbuk gergaji, kemudian abu sekam, kalsit, kotoran, stardek, kalsit, dan terakhir serbuk gergaji kembali.
(3) Setelah pengomposan selama 1 minggu di bak penampungan 1, aduk dan pindahkan ke bak 2, seminggu kemudian pindahkan ke bak 3. Pemrosesan memakan waktu sekitar 3 s/d 4 minggu.

2.Pupuk hayati
Pupuk hayati disebut juga biofertilizer. Ada yang juga menyebutnya pupuk bio. Apapun namanya pupuk hayati bisa diartikan sebagai pupuk yang hidup. Sebenarnya nama pupuk kurang cocok, karena pupuk hayati tidak mengandung hara. Pupuk hayati tidak mengandung N, P, dan K. Kandungan pupuk hayati adalah mikrooganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Kelompok mikroba yang sering digunakan adalah mikroba-mikroba yang menambat N dari udara, mikroba yang malarutkan hara (terutama P dan K), mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman.
Macam mikroba yang dapat digunakan :
Kelompok mikroba penambat N sudah dikenal dan digunakan sejak lama. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dengan tanaman dan ada juga yang bebas (tidak bersimbiosis). Contoh mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman antara lain adalah Rhizobium sp Sedangkan contoh mikroba penambat N yang tidak bersimbiosis adalah Azosprillium sp dan Azotobacter sp.
Mikroba pelarut P yaitu Bacillus megatherium var. phosphaticum, dan mulai digunakan sebagai inokulum pertanian sejak tahun 1950-an Beberapa mikroba yang diketahui dapat melarutkan P dari sumber-sumber yang sukar larut ditemukan baik dari kelompok kapang/fungi seperti Penicillium sp dan Aspergillus sp, atau dari kelompok bakteri seperti Bacillus sp dan Pseudomonas sp.
Mikroba lain yang juga sering digunakan adalah Mikoriza, yang terdiri dari dua kelompok utama yaitu: endomikoriza dan ektomikoriza. Mikoriza bersimbiosis dengan tanaman. Secara mudahnya endomikoriza berarti mikoriza yang ada di dalam dan ektomikoriza adalah mikoriza yang ada di luar. Endomikoriza atau VAM umumnya adalah fungi tingkat rendah sedangkan ektomikoriza adalah jamur tingkat tinggi. Mikroriza memiliki peranan yang cukup komplek. Dia tidak hanya berperan membantu penyerapan hara P, tetapi juga melindungi tanaman dari serangan penyakit dan memberikan nutrisi lain bagi tanaman.
Mikroba yang juga sering digunakan sebagai biofertilizer adalah mikroba perangsang pertumbuhan tanaman. Mikroba dari kelompok bakteri sering disebut dengan Plant Growt Promoting Rhizobacteria (PGPR), namun sekarang juga diketahui bahwa ada juga fungi yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Bakteri yang diketahui dapat merangsang pertumbuhan tanaman antara lain adalah Pseudomonas sp,  Azosprillium sp, Sedangkan fungi yang sudah diketahui adalah Trichoderma sp.
Mikroba-mikroba bahan aktif pupuk hayati dikemas dalam bahan pembawa, bisa dalam bentuk cair atau padat. Pupuk hayati juga ada yang hanya terdiri dari satu atau beberapa mikroba saja, tetapi ada juga yang mengklaim terdiri dari bermacam-macam mikroba. Pupuk hayati ini yang kemudian diaplikasikan ke tanaman.
Saat ini dipasaran banyak beredar pupuk hayati. Sebagian mengklaim memiliki kandungan mikroba yang banyak dan lengkap dengan kemampuan luar biasa. Salah satu kelemahan mikroba adalah sangat tergantung dengan banyak hal. Mikroba sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya, baik lingkungan biotik maupun abiotik. Jadi biofertilizer yang cocok di daerah sub tropis belum tentu efektif di daerah tropis. Demikian juga biofertilizer yang efektif di Indonesia bagian barat, belum tentu efektif juga di wilayah Indonesia bagian timur. Mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman lebih spesifik lagi. Misalnya Rhizobium sp yang bersimbiosis dengan kedelai varietas tertentu belum tentu cocok untuk tanaman kacang-kacangan yang lain.
PESTISIDA
Kita mengetahi bahwa salah satu penyebab turunya panen petani adalah hama yang menggangu tanaman produksi, hama tersebut bisa berupa serangga, ulat atau hewan pengerat, jika sudah mencapai ambang batas ekonomi binatang tersebut menyerang tumbuhan produksi maka binatang tersebut diklasifikasikan sebagai hama.
Oleh karena itu diciptakan pestisida, zat pengendali hama untuk menekan pertumbuhan hama agar tidak merugikan hasil panen petani. Ada pestisida organik dan kimia. Dan petani dianjurkan untuk memakai pestisida organic, disamping murah, pestisida ini ramah lingkungan.
Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab dengan lingkungan.
I.
Bahan dan Alat:
1.2 kg gadung.
2.1 kg tembakau.
3.2 ons terasi.
4.¼ kg jaringao (dringo).
5.4 liter air.
6.1 sendok makan minyak kelapa.
7.Parutan kelapa.
8.Saringan kelapa (kain tipis).
9.Ember plastik.
10.Nampan plastik.
Cara Pembuatan:
1.Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
2.Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
3.Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
4.Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
5.Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam.
6.Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.
Dosis:
1.1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
2.2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.

Kegunaan:
1.Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.
2.Dapat menolak hama dan penyakit.
3.Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.
Sasaran:
Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.
II.
Bahan yang diperlukan :
1.Tembakau 1 kg
2.air 4 liter
3.kapur barus 7 butir dihaluskan

Cara pembuatannya
1.Tembakau direndam dalam 4 liter air selama 2 (dua) hari
2.Campurkan kapur barus yang telah dihaluskan

Cara implementasi
1.Setiap 2 – 3 sendok makan air hasil proses rendaman tembakau dan kapur barus dicampur dengan air biasa 1 liter.
2.Semprotkan pada tanaman yang terserang hama/penyakit.
Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang bersangkutan
INDUSTRI RAMAH LINGKUNGAN
LIMBAH
Limbah untuk masa-masa sekarang memang menjadi polemik dalam masyarakat. Dan sudah merupakan rahasia umum pula jika, limbah merupakan pencemar yang memiliki banyak dampak negatif bahkan berbahaya bagi kesehatan. Tetapi, untuk meminimalisir kemungkinan itu, diperlukan pengolahan limbah yang tepat.
a.Definisi Limbah
Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:
Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap
Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi
Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengn lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut
Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.

Terdapat banyak metode pengolahan limbah B3 di industri, tiga metode yang paling populer di antaranya ialah chemical conditioning, solidification/Stabilization, dan incineration.
1.Chemical Conditioning
Salah satu teknologi pengolahan limbah B3 ialah chemical conditioning. TUjuan utama dari chemical conditioning ialah:
menstabilkan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam lumpur
mereduksi volume dengan mengurangi kandungan air dalam lumpur
mendestruksi organisme patogen
memanfaatkan hasil samping proses chemical conditioning yang masih memiliki nilai ekonomi seperti gas methane yang dihasilkan pada proses digestion
mengkondisikan agar lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman dan dapat diterima lingkungan
Chemical conditioning terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut:
1)Concentration thickening
Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi volume lumpur yang akan diolah dengan cara meningkatkan kandungan padatan. Alat yang umumnya digunakan pada tahapan ini ialah gravity thickener dan solid bowl centrifuge. Tahapan ini pada dasarnya merupakan tahapan awal sebelum limbah dikurangi kadar airnya pada tahapan de-watering selanjutnya. Walaupun tidak sepopuler gravity thickener dan centrifuge, beberapa unit pengolahan limbah menggunakan proses flotation pada tahapan awal ini.

2)Treatment, stabilization, and conditioning
Tahapan kedua ini bertujuan untuk menstabilkan senyawa organik dan menghancurkan patogen. Proses stabilisasi dapat dilakukan melalui proses pengkondisian secara kimia, fisika, dan biologi. Pengkondisian secara kimia berlangsung dengan adanya proses pembentukan ikatan bahan-bahan kimia dengan partikel koloid. Pengkondisian secara fisika berlangsung dengan jalan memisahkan bahan-bahan kimia dan koloid dengan cara pencucian dan destruksi. Pengkondisian secara biologi berlangsung dengan adanya proses destruksi dengan bantuan enzim dan reaksi oksidasi. Proses-proses yang terlibat pada tahapan ini ialah lagooning, anaerobic digestion, aerobic digestion, heat treatment, polyelectrolite flocculation, chemical conditioning, dan elutriation.

3)De-watering and drying
De-watering and drying bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan air dan sekaligus mengurangi volume lumpur. Proses yang terlibat pada tahapan ini umumnya ialah pengeringan dan filtrasi. Alat yang biasa digunakan adalah drying bed, filter press, centrifuge, vacuum filter, dan belt press.

4)Disposal
Disposal ialah proses pembuangan akhir limbah B3. Beberapa proses yang terjadi sebelum limbah B3 dibuang ialah pyrolysis, wet air oxidation, dan composting. Tempat pembuangan akhir limbah B3 umumnya ialah sanitary landfill, crop land, atau injection well.

1.Solidification/Stabilization
Di samping chemical conditiong, teknologi solidification/stabilization juga dapat diterapkan untuk mengolah limbah B3. Secara umum stabilisasi dapat didefinisikan sebagai proses pencapuran limbah dengan bahan tambahan (aditif) dengan tujuan menurunkan laju migrasi bahan pencemar dari limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut. Sedangkan solidifikasi didefinisikan sebagai proses pemadatan suatu bahan berbahaya dengan penambahan aditif. Kedua proses tersebut seringkali terkait sehingga sering dianggap mempunyai arti yang sama. Proses solidifikasi/stabilisasi berdasarkan mekanismenya dapat dibagi menjadi 6 golongan, yaitu:
1)Macroencapsulation, yaitu proses dimana bahan berbahaya dalam limbah dibungkus dalam matriks struktur yang besar
Microencapsulation, yaitu proses yang mirip macroencapsulation tetapi bahan pencemar terbungkus secara fisik dalam struktur kristal pada tingkat mikroskopik
2)Precipitation
Adsorpsi, yaitu proses dimana bahan pencemar diikat secara elektrokimia pada bahan pemadat melalui mekanisme adsorpsi.
Absorbsi, yaitu proses solidifikasi bahan pencemar dengan menyerapkannya ke bahan padat
Detoxification, yaitu proses mengubah suatu senyawa beracun menjadi senyawa lain yang tingkat toksisitasnya lebih rendah atau bahkan hilang sama sekali
Teknologi solidikasi/stabilisasi umumnya menggunakan semen, kapur (CaOH2), dan bahan termoplastik. Metoda yang diterapkan di lapangan ialah metoda in-drum mixing, in-situ mixing, dan plant mixing. Peraturan mengenai solidifikasi/stabilitasi diatur oleh BAPEDAL berdasarkan Kep-03/BAPEDAL/09/1995 dan Kep-04/BAPEDAL/09/1995.
2.Incineration
Teknologi pembakaran (incineration ) adalah alternatif yang menarik dalam teknologi pengolahan limbah. Insinerasi mengurangi volume dan massa limbah hingga sekitar 90% (volume) dan 75% (berat). Teknologi ini sebenarnya bukan solusi final dari sistem pengolahan limbah padat karena pada dasarnya hanya memindahkan limbah dari bentuk padat yang kasat mata ke bentuk gas yang tidak kasat mata. Proses insinerasi menghasilkan energi dalam bentuk panas. Namun, insinerasi memiliki beberapa kelebihan di mana sebagian besar dari komponen limbah B3 dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat. Selain itu, insinerasi memerlukan lahan yang relatif kecil.
Aspek penting dalam sistem insinerasi adalah nilai kandungan energi (heating value) limbah. Selain menentukan kemampuan dalam mempertahankan berlangsungnya proses pembakaran, heating value juga menentukan banyaknya energi yang dapat diperoleh dari sistem insinerasi. Jenis insinerator yang paling umum diterapkan untuk membakar limbah padat B3 ialah rotary kiln, multiple hearth, fluidized bed, open pit, single chamber, multiple chamber, aqueous waste injection, dan starved air unit. Dari semua jenis insinerator tersebut, rotary kiln mempunyai kelebihan karena alat tersebut dapat mengolah limbah padat, cair, dan gas secara simultan.

Pencemaran
1.Air
a.Polutan
1.Tembaga
2.Nikel
3.Cairan asam sianida
4.Asam borat
5.Asam kromat
6.Asam nitrat
7.Asam fosfat
8.Air raksa
9.Merkuri
10.arsenat
11.uradium
12.krom
13.timah
14.tetraklorida
15.karbon

b.Dampak
1.kerusakan akut pada ginjal
2.pada anak-anak dapat menyebabkan Pink Disease/ acrodynia
3.alergi kulit
4.kawasaki disease/ mucocutaneous lymph node syndrome.
5.Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen
6.Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
7.Pendangkalan dasar perairan
8.Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
9.Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
10.Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator
11.Kematian biota kuno, seperti plankton, iakn, bahkan burung
12.Mutasi sel, kanker, dan leukeumia
c.Penaggulangan
1.Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman
2.Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem
3.Pengawasan terhadap penggunaan jenis – jenis pestisida dan zat – zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran
4.Memperluas gerakan penghijauan
5.Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6.Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya
7.Melakukan intensifikasi pertanian

d.Indicator pencemaran
1.Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam
berat.
2.Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu
jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan
menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya
selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
untuk mengukur banyaknya pencemar organik.
3.Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
4.Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.

e.Batas ukur
Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

2.Udara
a.Polutan
a.Gas HzS
b.Gas CO dan Coz
c.Partikel SOZ dan NO2
d.Asam sulfur
e.Emisi Karbon Monoksida (CO)
f.Nitrogen Oksida (NOx)
g.Thermal NOx (Extended Zeldovich Mechanism)
h.Prompt NOx
i.SOx (Sulfur Oxide : SO2, SO3)
j.Emisi HydroCarbon (HC)
k.Partikulat Matter (PM)

b.Dampak
Dampak kesehatan
Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
Studi ADB memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif.

Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

Hujan asam
pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
a.Mempengaruhi kualitas air permukaan
b.Merusak tanaman
c.Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
d.Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
Dampak dari pemanasan global adalah:
a.Pencairan es di kutub
b.Perubahan iklim regional dan global
c.Perubahan siklus hidup flora dan fauna

Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

c.Penaggulangan
1.Pemberian izin bagi angkutan umum kecil hendaknya lebih dibatasi, sementara kendaraan angkutan massal, seperti bus dan kereta api, diperbanyak.
2.Pembatasan usia kendaraan, terutama bagi angkutan umum, perlu dipertimbangkan sebagai salah satu solusi. Sebab, semakin tua kendaraan, terutama yang kurang terawat, semakin besar potensi untuk memberi kontribusi polutan udara.
3.Potensi terbesar polusi oleh kendaraan bermotor adalah kemacetan lalu lintas dan tanjakan. Karena itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendaraan dapat membantu mengatasi kemacetan lalu lintas dan mengurangi polusi udara.
4.Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan dengan “polisi tidur” justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan memperlambat laju.
5.Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi meskipun secara uji petik (spot check). Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan adanya kewenangan tambahan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan uji emisi di samping memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan yang lain.
6.Penanaman pohon-pohon yang berdaun lebar di pinggir-pinggir jalan, terutama yang lalu lintasnya padat serta di sudut-sudut kota, juga mengurangi polusi udara.

d.Indicator pencemaran
Biologi
1.pada manusia, pernafasan terganggu, batuk-batuk, sesak nafas
2.populasi lumut kerak berkurang
3.hanya sebagian kecil spesies burung yang hidup

3.Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena:
1.kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial
2.penggunaan pestisida
3.masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan
4.kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah
5.air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya
a.Polutan
a.Timbal
b.Kromium
c.Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu
d.Merkuri (air raksa) dan siklodiena
e.PCB dan siklodiena
f.Organofosfat dan karmabat
g.Berbagai pelarut yang mengandung klorin

b.Dampak
Pada kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.

Pada ekosistem
Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.

Pada pertanian
Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

c.Penaggulangan
Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

d.Indicator pencemaran
Biologi
1.banyak hewan-hewan tanah yang mati, misalnya tikus tanah dan cacing tanah
2.berat badan cacing bertambah
3.munculnya kitellum pada cacing
4.zat hara yang terkandung berkurang sehingga tumbuhan tidak tumbuh dengan baik

4.Suara
Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan.

a.Polutan
1.Orang ribut / silat lidah = 80 dB
2. Suara kereta api / krl = 95 db
3. mesin motor 5 pk = 104 dB
4.suara gledek / geledek / petir = 120 dB
5.Pesawat jet tinggal landas = 150 dB

b.Dampak
Bagi hewan
Gangguan bunyi-bunyi dapat saja menghasilkan frekuensi atau intensitas yang dapat berbentrokan atau bahkan menghalangi suara/bunyi biologi yang penting, yang menjadikan tidak terdeteksi oleh mamalia laut. Padahal seperti diketahui bahwa suara-suara biologi ini penting seperti untuk mencari mangsa, navigasi, komunikasi antara ibu dan anak, untuk manarik perhatian, atau melemahkan mangsa.
Klasifikasi efek fisik langsung yang dapat mempengaruhi mamalia laut
1.Tidak Berhubungan langsung
Merusak jaringan tubuh
Kejang urat yang disebabkan tekanan udara yang tiba-tiba
2.Berhubungan langsung
Merusak telinga
Gangguan pendengaran permanen atau sementara
3.Kelakuan

Perubahan Perilaku
Modifikasi perilaku
Berpindah tempat dari area (jangka panjang atau pendek)
4.Stress
Menurunkan tingkat kelangsungan hidup
Mudah terserang penyakit
Berpotensi dipengaruhi oleh efek kumulatif yang negatif (misalnya polusi kimia kombinasi dengan stress suara)
Peka terhadap Suara

Bagi manusia
Pencemaran suara yang bersifat terus-menerus dengan tingkat kebisingan di atas 80 dB dapat mengakibatkan efek atau dampak yang merugikan kesehatan manusia. Berikut ini adalah beberapa efek samping negatif dari pencemaran suara
1.stress
2.gila
3.perubahan denyut nadi
4.tekanan darah berubah
5.gangguan fungsi jantung
6.kontraksi perut
7.tuli dan susah tidur
8.gangguan janin dalam kandungan

c.Penaggulangan
Salah satu di antaranya yang paling sering digunakan adalah pemakaian vegetasi/pepohonan yang tepat untuk dapat memperkecil tingkat kebisingan yang banyak diakibatkan oleh kegiatan transportasi. Hal ini diajukan karena kemampuan vegetasi mengurangi kebisingan telah teruji dengan baik. Diharapkan dengan adanya vegetasi, selain dapat menurunkan tingkat kebisingan juga dapat membuat suasana menjadi lebih alami dan sejuk yang dapat menurunkan beban ketegangan selama di jalan raya.

d.Indicator pencemaran
Biologi
1.Orang ribut / silat lidah = 80 dB
2. Suara kereta api / krl = 95 db
3. mesin motor 5 pk = 104 dB
4.suara gledek / geledek / petir = 120 dB
5.Pesawat jet tinggal landas = 150 dB

e.Batas ukur
Pencemaran suara disebabkan oleh masuknya bunyi gaduh diatas 50 desibel(disingkat dB, merupakan ukuran tingkat kebisingan). Bunyi tersebut mengganggu kesehatan dan ketenangan manusia.

5.Makanan
a.Polutan
1.Digunakannya zat-zat pengawet, pewarna, perasa tiruan, pemanis tiruan, ragi tiruan dan pengharum pada makanan-makanan kemasan yang sering kita konsumsi.
2.Sisa-sisa pestisida dan pupuk pada buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan jenis makanan lainnya;
3.Bahan tambahan, zat pewarna, dan penyedap rasa pada makanan cepat saji dan makanan yang dibekukan
4.Zat penawar racun, hormon, dsb
5.Kerusakan bahan gizi selama proses memasak.

b.Dampak
1.Pada liver/hati menyebabkan cirrhosis (pengerasan) dan hepatitis
2.Pada paru-paru menyebabkan timbulnya lendir yang mengakibatkan alergi dan asthma
3.Pada ginjal menyebabkan timbulnya batu ginjal dan kegagalan ginjal
4.Pada usus menyebabkan terjadinya kotoran tersumbat dan kanker usus
5.Pada saluran darah menimbulkan penyempitan dan pengerasan, mengakibatkan penyakit jantung
6.Pada rahim menimbulkan tumor dan kanker rahim
7.Pada kulit menimbulkan bintik hitam, kerut-kerut, jerawat, flek dan berbagai penyakit kulit.

c.Penaggulangan
1.Dapatkan bahan mentah dari sumber yang dijamin kebersihannya
2.Mengelakkan kontaminasi dengan :
a)Menutup makanan
b)Meminimumkan persentuhan dengan makanan
c)Memastikan makanan mentah dan yang dimasak diasingkan
d)Membuang sampah dengan sempurna
e)Mengelakkan haiwan peliharaan dan perosak dari persekitaran kerja
f)Memastikan tempat persekitaran kerja dan pekerja sentiasa bersih
g)Mengutamakan sifat-sifat kerja yang baik dan bersih
3.Mengelakkan pertumbuhan bakteria dengan :
a)Menggunakan hanya sekali sahaja peralatan memasak dan kemudian dibasuh dengan sempurna
b)Basuh dan keringkan permukaan yang sering digunakan semasa bekerja
c)Gunakan kain pengelap yang pakai-buang
d)Gunakan peralatan yang berbeza untuk makanan yang mentah dan yang telah dimasak
4.cara-cara mengelakkan bahaya dari pencemaran makanan
a)Elakkan makanan terdedah pada suhu bilik. Pastikan makanan disimpan sejuk atau dipanaskan
b)Simpan makanan pada suhu yang cukup rendah untuk mengelakkan pertumbuhan bacteria
c)Sejukkan makanan sepenuhnya dalam masa satu setengah jam sebelum dimasukkan dalam peti sejuk
d)Pastikan makanan yang disajikan adalah panas sepenuhnya dan coba sediakan makanan sebaik sahaja sebelum disajikan

d.Indicator pencemaran
Biologi
Menurut Fardiaz (1992) bakteri gram negatif (-) merupakan bakteri yang umum dan dapat digunakan sebagai bakteri indikator yaitu E.scherichia Coli, bakteri ini termasuk familia entero backteriacea, berbentuk batang dan tidak membentuk spora.. Bakteri gram (-) ini mempunyai sifat dapat memfermentasi lactose dengan memproduksi asam dan gas, mereduksi nitrat menjadi nitrit, bersifat katalase positif dan oksidasi negatif.

e.Batas ukur
Konsentrasi Cd maksimum dalam air minum yang diperbolehkan oleh Depkes RI dan WHO adalah 0,01,mg/l. Sementara batas maksimum konsentrasi atau kandungan Cd pada daging makanan laut yang layak bagi kesehatan yang direkomendasikan FAO dan WHO adalah lebih kecil dari 0,95 mg/kg. Sebaliknya Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan merekomendasikan tidak lebih dari 2,0 mg/kg.
WHO dan FAO merekomendasikan bahwa konsentrasi Pb pada daging makanan laut yang layak konsumsi adalah lebih kecil dari 0,715 mg/kg. Sebaliknya Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan merekomendasikan tidak lebih dari 2,0 mg/kg.

Hello world!

March 6, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.